Berita

Ketum PPP, Romahurmuziy/Net

Politik

Romi: Wajar Dubes Saudi Didesak Untuk Dipulangkan

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 22:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kicauan Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Muhammad Al-Shuaibi yang menyinggung Gerakan Pemuda (GP) Ansor merupakan hal yang tidak pantas dilakukan.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menilai Osama telah menyalahi aturan dalam wilayah diplomasi.

"Seorang dutabesar itu tamu, yang tentu tidak pantas bagi seorang tamu untuk mencampuri urusan rumah tangga yang dia datangi," ujar Romi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).


Atas alasan itu, dia menilai desakan berbagai pihak kepada pemerintah Indonesia untuk memulangkan Osama ke negara asalnya merupakan hal yang wajar.

“Sebab, apa yang dia lakukan sudah bukan hanya ikut mencampuri, tetapi juga menyalahi," tegasnya.

Pertama, kata Romi, Osama dianggap telah memprovokasi berita dengan narasi-narasi yang berlebihan.

"Seolah-olah jumlahnya begitu banyak padahal jumlahnya hanya puluhan ribu tentu kita sudah bisa menghitungnya secara ilmiah," kata Rommy.

Ditambah, lanjut Romy, justifikasi dan tudingan sesat terhadap salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia terlalu tendensius.

"Dia melabelkan sesat kepada organisasi yang melakukan pembakaran (bendera bertulis kalimat tauhid),” kata dia.

Menurunya, desakan dari beberapa pihak terhadap Osama juga menjadi peringatan bagi dubes lain, untuk tidak mencampuri wilayah domestik.

"Itu sekaligus peringatan kepada seluruh dutabesar dari semua negara bahwa jangan mencampuri urusan dalam negeri negara lain,” tutupnya. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya