Berita

Megawati Soekarnoputri dan Soeharto/Net

Politik

Murid Soeharto Hampir Di Semua Partai, Mungkin Juga Di PDIP

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN:

Mustahil ada perintah Soeharto agar dua perwira ABRI-nya, yakni Hendropriyono dan Agum Gumelar melalui LB Moerdani mem-backup Megawati Soekarnoputri dalam suksesi di tubuh PDI ketika itu.

Semasa kekuasaan Orde Baru, Megawati dianggap simbol perlawanan terhadap Presiden Soeharto khususnya melalui PDI.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudintak ragu cerita bahwa Soeharto menanamkan jasa ke keturunan Soekarno agar suatu ketika putra-putrinya bisa memetik hasilnya. Ujang mengingatkan, dalam politik, tidak mungkin memberi celah lawan untuk besar apalagi berkuasa.


"Tak mungkin Soeharto membesarkan PDIP dengan memerintahkan LB Moerdani, Agum Gumelar, dan Hendropriyono. Karena Soeharto itu kekuasaannya tersentral pada dirinya. Jangan ada orang lain atau partai lain besar," terang Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (3/12).

Justru dugaan pengajar dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini, kemungkinan Soeharto tidak tahu menahu sepak terjang ketiga jenderalnya itu dalam mem-backup Megawati.

"Mungkin-mungkin saja. Kerja intel kan diam-diam," imbuhnya.

Terlebih sejak Soeharto tumbang diketahui anak-anak buahnya tersebar di hampir semua partai.

"Murid Soeharto hampir ada di semua partai. Mungkin saja di PDIP juga ada. Karena kan orang-orang Orba masih banyak bercokol di partai-partai. Namun karena Orbanya sudah tumbang, maka memakai baju yang lain," pungkasnya.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya