Berita

Demo di Perancis/Net

Dunia

Perancis Tidak Berlakukan Keadaan Darurat Pasca Protes

SENIN, 03 DESEMBER 2018 | 21:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Perancis tidak memiliki rencana untuk memberlakukan keadaan darurat di tengah kerusuhan sipil terburuk yang terjadi di Perancis dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Laurent Nunez menegaskan, keadaan darurat adalah salah satu pilihan yang ada.

"Tetapi untuk saat ini (pilihan itu) tidak berada di atas meja," tegasnya pada Senin (3/12).


Nunez membuat komentar ke radio RTL setelah beberapa serikat polisi mendesak pemerintah untuk memberikan kekuatan penegak hukum negara yang lebih besar untuk menahan protes nasional, yang menyebabkan kekacauan dan kehancuran di kota-kota selama akhir pekan kemarin.

Protes pertama kali meletus bulan lalu di pedesaan Perancis. Warga protes karena mereka mengatakan tidak bisa membayar pajak bahan bakar yang lebih tinggi.

Sejak itu gerakan tersebut berubah menjadi teguran yang lebih luas terhadap kebijakan-kebijakan Macron dengan mengusung simbol protes rompi kuning yang mereferensikan pada orang-orang yang aktif dalam industri transportasi.

Ditanya tentang kemungkinan pelarangan demonstrasi protes lebih lanjut, Nunez menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas.

Kami harus mampu menghentikannya, karena ini adalah orang-orang yang bertekad yang akan datang," jelasnya.

Dia mengklaim bahwa beberapa pengunjuk rasa jelas bermaksud untuk membunuh selama protes Sabtu lalu. Dia mengutip perebutan palu dan kelereng baja oleh 412 orang yang ditangkap di dekat monumen peringatan perang ternama Paris, Arc de Triomphe. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya