Berita

Humphrey Djemat/Net

Wawancara

WAWANCARA

Humphrey Djemat: Kami Masih Waras, Makanya Dukung Prabowo-Sandiaga

JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 | 10:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

KONFLIK dualisme kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PP) antara PPP kubu Romahurmuziy vs PPP kubu Humphrey Djemat memasuki babak baru. PPP kubu Romy sapaan akrab Romahurmuziy, yang sudah jauh-jauh hari memberikan tiket dukungan capres-cawapres kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tiba-tiba saja disodok dari belakang oleh Humphrey yang memberikan dukungan politik kepada duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Manuver Humphrey menuai reaksi keras dari kubu Romy. Sebaliknya Humphrey secara terbuka mengatakan menuver yang dilakukannya adalah dalam rangka mengembalikan jati diri partai berlambang Ka'bah itu. Sayangnya, kata Humphrey niat itu tidak direspons positif. Air susu dibalas tuba, begitu kata Humphrey. Sementara Romy menganggap Humphrey bukanlah bagian dari PPP, jadi tidak ada istilah islah dalam penyelesaiannya.

Keputusan Anda memboyong PPP mendukung Prabowo-Sandi cukup mengejutkan Romy. Apa sih alasan Anda? (Prabowo-Sandi) merupakan putra terbaik Indonesia yang memiliki visi pembangunan keindonesiaan, guna mewujudkan perbaikan ekonomi, politik, hukum, sosial keumatan tanpa diskriminasi. Beliau mempu­nyai keteguhan dan mampu mem­berikan komitmen pada kemandirian, kedaulatan, dan martabat bangsa Indonesia, serta nuansa kedamaian, dan kesejukan di tengah kehidupan warga negara.
Dalam tata pergaulan nasionaldan global saat ini diperlukan kepemimpi­nan nasional yang mampu mengem­ban amanat sesuai prinsip-prinsip siddiq, amanah, tabligh, dan fatanah yang tercermin dalam rekam je­jak kepemimpinannya (Prabowo-Sandi).

Dalam tata pergaulan nasionaldan global saat ini diperlukan kepemimpi­nan nasional yang mampu mengem­ban amanat sesuai prinsip-prinsip siddiq, amanah, tabligh, dan fatanah yang tercermin dalam rekam je­jak kepemimpinannya (Prabowo-Sandi).

Anda yakin sekali kalau jago Anda memenuhi prinsip-prinsip kepemimpinan dalam Islam yang tadi Anda sebutkan?
Kami sadar sepenuhnya dan haqul yakin mengenai pilihan kami, terh­adap pasangan nomor urut 02. Pilihan ini tulus tak ada keraguan, karena PPP ingin melihat kesejahteraan bagi umat. Kami masih cukup waras, ma­kanya kami memilih Prabowo-Sandi untuk menjadi presiden dan wakil presiden 2019.

Bagaimana sikap pengurus PPP di bawah terkait dukungan ini?
Terkait dengan dukungan kepada pasangan capres-cawapres, forum mukernas III PPP MJ (Muktamar Jakarta) akan menggunakan semua sumber daya partai, mulai dari struk­tur DPP, DPW dan DPC, hingga PAC PPP dan kader di akar rumput yang hingga kini masih solid, dan terpe­lihara guna membantu pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

Anda yakin kader Anda solid?

Setelah mukernas dukungan ter­hadap kami sangat kuat, respons yang diberikan itu sangat positif. Sebagai partai yang branding Islamnya masih sangat kuat, dan sebagaimana kami me­lihat dinamika dan aspirasi yang ada, baik dari ulama maupun umat, maka tidak lain pilihan capres yang tepat adalah Bapak Haji Prabowo.

Anda sendiri sudah konsolidasi belum ke bawah terkait keputusan mendukung Prabowo- Sandi ini?

Setelah deklarasi ini, kami akan langsung menyusun struktur organisasi dan langkah-langkah strategis dari pusat sam­pai daerah seluruh Indonesia dalam rangka memenangkan capres dan cawapres nomor urut 02.

Keputusan Anda ini diintip kubu Romy lho. Dan Anda sudah dipi­danakan oleh mereka. Bagaimana itu?

Saya cuma mau mengimbau agar sebaiknya kita berpikir positif saja untuk menyatukan kembali PPP. Karena itu yang diinginkan oleh umat dan juga para ulama, serta para kader yang masih setia dengan PPP.

Semoga niat baik ini didengar oleh Romahurmuziy dan kawan-kawan­nya. Penyelenggaraan mukernas III itu dilandasi akan adanya keinginan untuk menghadirkan jati diri PPP sebagai partai warisan ulama, yang didirikan oleh empat fusi partai Islam yakni Partai NU, PARMUSI, PSII dan Partai Islam PERTI tahun 1973. Para peserta mukernas pun menya­dari perlunya partai ini melakukan revitalisasi, guna merespon berbagai kondisi objektif dari berbagai isu politik yang berkembang akhir akhir ini. Karena itu, Mukernas III PPP MJ sebetulnya merupakan pintu masuk kader partai, guna menghadirkan semangat persatuan dari sesama pengurus.

Sayangnya, niat baik untuk mem­bangun persatuan partai itu dijawab oleh pihak Romy Cs dengan sambu­tan ingin mempidanakan penye­lenggara dan peserta Mukernas III. Sehingga niat baik dari kami men­jadi pupus dan patah arang. Ibarat kata Pepatah, bak air susu dibalas air tuba. ***

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya