Berita

Prasetyo Edi Marsudi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Prasetyo Edi Marsudi: Kami Tak Menghambat Kami Mau Mempercepat

KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 | 08:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perbedaan sikapnya dengan Gubernur Anies Baswedan belakangan makin tajam. DPRD baru-baru ini justru bermanuver mendorong pembentukan panitia khusus BUMD, untuk menghambat kemungkinan proyek stadion itu jatuh ke Jakpro. Berikut penjelasan Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.

Sikap keukeuh Anda menginginkanagar proyek stadion BMW dikerjakan oleh Dispora dimaknai oleh banyak kalangan sebagai up­aya untuk menghambat pemban­gunan stadion BMW. Bagaimana itu?

Kami bukan menghambat pem­bangunan stadion BMW, malah kami mau mempercepat. Jadi begini Pemprov ini kan menyerahkan pem­bangunan stadion BMW ke Jakpro. Kemudian Jakpro melelang kepada kontraktor-kontraktor. Padahal kan Pemprov punya anak buah yang ber­nama SKPD, dalam hal ini Dispora DKI. Terus kenapa tidak langsung dilelang saja.

Kok sepertinya Anda khawatir sekali jika pembangunan stadion BMW dikerjakan oleh Jakpro. Memangnya ada apa sih?

Kok sepertinya Anda khawatir sekali jika pembangunan stadion BMW dikerjakan oleh Jakpro. Memangnya ada apa sih?
Permasalahannya bukan apa-apa ya. Kami itu ada sedikit masalah dengan Jakpro. Apa itu masalahnya yaitu uang yang Rp 650 miliar un­tuk mengakusisi 49 persen saham PT Astratel Nusantara di PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

Namun setahun berlangsung prosesakusisi saham gagal sehingga DPRD tidak mentolerir. Jadi kalau dikasih Jakpro khawatir uangnya digunakan ke mana-mana lagi. Alhasil tidak terbangun juga itu Stadion BMW.

Selain itu...
Terus kalau pembangunan stadion BMW di Jakpro, ma­ka orientasinya komersil. Beda dengan satuan kerja perangkat daerah sebab anggaran perawatan bisa langsung dibiayai APBD. Alhasil sewa akan jauh lebih murah.

Tapi bukankah Dispora su­dah mengatakan tidak mampu, bahkan Dispora menyetujui Jakpro untuk membangun dan mengelola stadion BMW. Bagaimana itu?
Nah justru itu kalau yang namanya anggaran pendapatan belanja daerah itu masuk peraturan daerah. Jadi penugasannya itu perda. Artinya dispora wajib terima dan tidak boleh dipengaruhi.

Jadi Anda keukeuh meminta ke­pada pemprov agar stadion BMW diserahkan kepada Dispora DKI juga pengelolaannya?
Serahkan saja ke Dispora toh juga ada Jaya Konstruksi jadi silakan le­lang secara terbuka saja. Jakpro sekarang duitnya sudah kecil tinggal Rp 500 sekian miliar.

Kami memberikan dana ke penyertaan modal daerah itu tanpa bunga lho. Padahal dalam BUMD itu setelah kami kasih lalu dibungakan kepada anak perusa­haannya.

Apa benar seperti itu jalan ceri­tanya?
Ya sudah dari kasus itu saja kami curiga kepada Jakpro. Maka dari itu kami bentuk pansus BUMD.

Kapan Pansus BUMD selesai mengkaji dana mengendap di se­jumlah BUMD?
Secepatnya sebab hasil dari Banggar Pansus itu ada. Jadi masih dibahas dan akhir bulan ini baru se­lesai. Jadi masalahnya itu anggaran kami besar sekali. Saya rasa penu­gasan di Dispora itu undang-undang lho. Ya mau tidak mau itu harus diterima lho.

Jadi yang dicari oleh Pansus BUMD itu apanya?
Ya Rp 650 miliar itu sampai hari ini belum dikembalikan plus bunganya.

10 BUMD lainnya bagaimana itu?
Ya banyak makanya nanti ter­buka. Masalahnya uang ini (Rp 650 miliar) itu sekarang sudah tidak ada. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya