Berita

Idrus Marham/RMOL

Hukum

Soal Aliran Suap Di Pilkada Temanggung, Idrus Marham: Tunggu Persidangan!

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 18:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Mantan Menteri Sosial Idrus Marham enggan berkomentar terkait dugaan aliran dana suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 di Pilkada Kabupaten Temanggung 2018.

Aliran tersebut diduga diminta mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih kepada pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo dimana suami Eni menjadi salah satu peserta Pilkada.

"Lebih baik tunggu di persidangan," ujar Idrus usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/11).


Idrus mengaku tidak ingin membuat fakta menjadi bias. Sehingga, dia memilih menunggu persidangan Eni untuk membuktikan dugaan aliran dana tersebut.

"Jadi saya tidak perlu menjelaskan, biarkan mereka semua menjelaskan langsung," kata mantan Sekjen Partai Golkar itu.

Adapun jadwal sidang untuk Eni akan dilangsungkan Kamis besok di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Idrus dan Eni yang bernaung di Partai Golkar merupakan tersangka dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Selain keduanya, KPK juga menetapkan Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka selaku pemilik saham Blackgold yang merupakan konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Johannes Kotjo disangkakan telah memberikan suap sebesar Rp. 4,5 miliar kepada Eni. Suap tersebut diberikan sebagai jatah memenangkan proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Adapun peran Idrus diduga terlibat dalam suksesi kontrak jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement PLTU Riau-1 kepada pihak konsorsium. Imbalannya, Idrus diduga menerima jatah sebesar 1,5 juta dolar AS dari Johannes Kotjo. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya