Berita

Dunia

Afghanistan Buka Pintu Investasi Dan Bisnis

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 07:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Afghanistan saat ini membuka pintu bagi peluang-peluang investasi dan bisnis.

Begitu kata Presiden Afganistan Ashraf Ghani saat berbicara di sebuah konferensi PBB pada hari Selasa (27/11). Dia menggambarkan peluang dan tantangan bisnis di negaranya.

“Ini adalah Afghanistan yang berbeda. Kami terbuka untuk bisnis, saya harap Anda terbuka untuk kemitraan," kata Ghani, dengan menetapkan visi yang akan memungkinkan pertumbuhan sembila persen dan dalam dua digit.


Dia menjabarkan, Afghanistan perlu fokus pada pembangunan pasar, dengan pengusaha individu membentuk perusahaan yang layak kredit yang dapat membangun rantai nilai untuk mengambil keuntungan dari preferensi perdagangan yang tersedia.

“Yang kami butuhkan adalah strategi persaingan nasional," kata Ghani.

Dia mengatakan, Afghanistan membutuhkan bantuan dengan revolusi energi terbarukan untuk mengeksploitasi potensi luar biasa dari 220 ribu megaWatt surya dan 80 ribu megaWatt angin.

"Kita perlu membuat lompatan energi, cara kita mengambil lompatan dalam telekomunikasi, pergi langsung ke ponsel, bukan garis (darat)," kata Ghani sepertu dimuat Reuters.


Dia menambahkan bahwa negaranya juga memiliki sumber daya alam senilai satu triliun dolar AS. Undang-undang pertambangan dan hidrokarbon baru Afghanistan telah menciptakan lingkungan kebijakan stabil yang diperlukan untuk investasi. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya