Berita

PAus pilot yang terdampat di Selandia Baru/BBC

Dunia

145 Ikan Paus Pilot Mati Terdampar Di Selandia Baru

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 22:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekelompok paus pilot yang berjumlah hinga 145 ekor ditemukan mati setelah terdampar di pantai di Pulau Stewart di Selandia Baru.

Hewan-hewan itu ditemukan berserakan di bibir pantai oleh seorang pejalan kaki pada akhir pekan kemarin di sepanjang pantai Mason Bay.

Pihak berwenang mengatakan separuh paus sudah mati pada saat itu, sementara separuh lainnya dijatuhkan karena akan terlalu sulit untuk menyelamatkan mereka.


Dalam insiden terpisah, 12 paus pygmy dan paus sperma juga terdampar di Selandia Baru selama akhir pekan.

Kelompok paus pilot tersebut terdampar di dua polong sekitar 2 km terpisah di pantai terpencil di Rakiura atau Pulau Stewart di lepas pantai Pulau Selatan.

"Sayangnya, kemungkinan untuk berhasil melepaskan kembali paus yang tersisa sangat rendah," kata Ren Leppens dari Departemen Konservasi regional (DOC).

"Lokasi terpencil, kurangnya personil di dekatnya dan kondisi ikan paus yang memburuk berarti hal yang paling manusiawi lakukan adalah melakukan euthanasia," jelasnya.

"Namun, itu selalu merupakan keputusan yang menghancurkan hati," tambahnya seperti dimuat BBC.

DOC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa paus terdampar bukan hal yang jarang terjadi di Selandia Baru. Ada sekitar 85 insiden per tahun. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya