Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diduga Keracunan Insektisida, Satu Juta Lebah Madu Di Afrika Selatan Mati

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 22:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Satu juta lebah diduga mati karena keracunan di daerah penghasil anggur di Afrika Selatan baru-baru ini.

BBC
awal pekan ini (Senin, 26/11) mengabarkan bahwa para petani menduga, insektisida yang mereka gunakan, telah membunuh serangga, termasuk lebah di ladangnya. Insektisida itu adalah Filpronil.

Peternak lebah madu lain di daerah sekitar Cape Town juga telah terpengaruh, tetapi masih belum jelas berapa banyak serangga yang mati.
Fipronil sendiri sebelumnya pernah disebut-sebuh sebagai sumber kematian jutaan lebah madu di Eropa.

Fipronil sendiri sebelumnya pernah disebut-sebuh sebagai sumber kematian jutaan lebah madu di Eropa.

Para pegiat mengatakan Fipronil sangat beracun bagi serangga,

Wakil Ketua Asosiasi Industri Western Cape Bee, Ashley-Cooper mengatakan bahwa sekitar 100 sarang lebah, atau 35 persen hingga 40 persen telah terpengaruh.

Dia memperkirakan ini berarti antara 1 hingga 1,5 juta lebah telah terbunuh.

Fipronil umumnya digunakan untuk menyingkirkan kutu. Namun insektisida itu dilarang oleh Uni Eropa untuk digunakan pada hewan yang ditakdirkan untuk konsumsi manusia, seperti ayam.

Fipronil telah digunakan oleh petani anggur di daerah Cape Town untuk waktu yang lama untuk mengendalikan populasi semut, tetapi ini adalah pertama kalinya insektisida diduga menyebabkan kematian lebah. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya