Berita

Petugas membawa peti berisi mayat duta besar Rusia untuk Turki Karlov/Reuters

Dunia

Turki: Jaringan Gulen Dalang Pembunuhan Dubes Rusia Tahun 2016

JUMAT, 23 NOVEMBER 2018 | 20:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Turki mengatakan bahwa 28 orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan duta besar Rusia di Ankara pada tahun 2016 lalu merupakan jaringan ulama Turki yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Dimuat Channel News Asia, kasus pembunuhan itu terjadi pada Desember 2016 lalu. Pada saat itu, dutabesar Rusia untk Ankara, Andrei Karlov ditembak mati oleh polisi yang tidak bertugas saat berbicara pada pembukaan pameran di Ankara.

Pria bersenjata itu berteriak "Allahu Akbar" dan "Jangan lupakan Aleppo!" saat ia melepaskan tembakan. Tampaknya dia mengacu pada keterlibatan Rusia di Suriah. Dia ditembak mati oleh polisi di tempat kejadian.


Presiden Tayyip Erdogan mengatakan gerakan Gulen berada di belakang pembunuhan itu. Tuduhan itu ditolak Gulen.

Erdogan juga menyalahkan jaringan Gulen atas kudeta militer yang gagal pada bulan Juli 2016.

Gulen, yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat sejak tahun 1999, telah mengutuk kudeta dan membantah terlibat dengannya.

Namun, pihak berwenang Turki menuduh Gulen dan 27 oran lainnya berusaha menggulingkan tatanan konstitusional, menjadi anggota organisasi teroris dan melakukan pembunuhan terencana.

Jaksa mengatakan organisasi Gulen berusaha untuk menggagalkan hubungan antara Turki dan Rusia dengan pembunuhan itu.

Pada saat pembunuhan Karlov pada Desember 2016, hubungan antara kedua negara telah tegang, setelah Turki menenggelamkan pesawat perang Rusia atas Suriah setahun sebelumnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya