Berita

Pertemuan kepala Otoritas Regulatori Obat Negara Anggota OKI/Net

Kesehatan

Penyakit Menular Masih Jadi Penyebab Kematian Tertinggi Negara OKI

KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 | 14:32 WIB | LAPORAN:

Penyakit menular masih menjadi penyebab tingginya angka kematian di banyak negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menjelaskan, pada 2015, penyakit menular merupakan 30 persen penyebab kematian di negara OKI. Jauh melebihi angka kematian di negara berkembang non OKI yakni 24 persen dan dunia 22 persen.

"Rendahnya kapasitas produksi dan rendahnya akses, ketersediaan obat termasuk vaksin yang aman dan berkualitas di sebagian negara OKI menyebabkan ketergantungan negara-negara OKI dalam penyediaan obat," ujarnya dalam The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation Member States di Jakarta, Kamis (22/11).


Menurut Nila, dengan digelarnya pertemuan kepala Otoritas Regulatori Obat Negara Anggota OKI diharapkan ada kerja sama dan transfer teknologi antara Indonesia dengan sesama negara OKI untuk pengembangan obat dan vaksin.

"Dalam forum, seluruh delegasi juga akan membuat rencana kerja untuk mengetahui kekuatan setiap negara dalam memproduksi obat dan vaksin," katanya.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito menambahkan bahwa hasil pertemuan yang mengangkat tema 'Strengthening Collaboration Amongst The OIC NMRAs Towards Self-Reliance of Medicines And Vaccines' itu akan dituangkan dalam bentuk Deklarasi Jakarta. Sebagai komitmen kepala Otoritas Regulatori Obat negara anggota OKI untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya, melalui kemandirian produksi obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

"Selain itu juga akan dihasilkan plan of action yang memuat berbagai program untuk mewujudkan kemandirian obat bagi negara anggota OKI. Melalui piloting produksi obat dan vaksin, produksi obat generik, pengembangan obat bioteknologi dan biosimilar," papar Penny. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya