Berita

Hikmahanto Juwanto/Net

Dunia

Hukum Internasional Tak Berdaya Hadapi Krisis Rohingya

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 15:37 WIB | LAPORAN:

Prinsip membersihkan etnis yang dianut pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi akan mempengaruhi keberlangsungan negaranya sendiri di mata dunia.

"Masyarakat internasional sudah fokus ke sana, ke isu masalah Rohingya ini. Nah apakah Amerika Serikat lewat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menjatuhkan sanksi embargo? tapi kan ASEAN tentunya harus segera bertindak," ujar Gurubesar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (16/11).

Hikmahanto menegaskan, konflik Rohingya ini menyangkut kedaulatan suatu negara dan ada manusia yang harus dilindungi. Namun ia sangat menyayangkan ketidakberdayaan hukum internasional, bahkan ASEAN.
"Harapan ke depan ada solusi bagi etnis Rohingya ini untuk bisa mendapatkan perlindungan hak asasi manusia mereka, otoritas mereka di Myanmar tidak melakukan perlakuan yang melanggar hak asasi mereka," tuturnya.

"Harapan ke depan ada solusi bagi etnis Rohingya ini untuk bisa mendapatkan perlindungan hak asasi manusia mereka, otoritas mereka di Myanmar tidak melakukan perlakuan yang melanggar hak asasi mereka," tuturnya.

Ia memandang perlu adanya upaya dari PBB menyelesaikan krisis Rohingya karena prinsip non-intervensi yang dijadikan pedoman ASEAN.

"Kalau ASEAN tidak menyelesaikan ya mau tidak mau PBB," tukasnya.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya