Berita

Jokowi-Ma'ruf/Net

Politik

Forum Santri Banten Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 | 17:57 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Forum Santri Banten (FSB) mengaku cocok dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Atas alasan itu, mereka bertekad memenangkan pasangan tersebut di wilayah Banten pada Pilpres 2019 mendatang.

Ketua FSB Saefurohman menjelaskan bahwa Jokowi merupakan sosok pemersatu bangsa yang memiliki gaya kepemimpina merakyat.


”Sementara Kiai Ma’ruf lahir dari keluarga santri, sudah diajarkan untuk menjaga kerukunan umat dan toleransi,” ujarnya saat mengadakan pertemuan dengan ratusan santri di Kota Serang, Kamis (5/11).

FSB, katanya, akan mengerahkan santri dan alumni untuk menangkan pasangan tersebut di Banten. Terlebih, Ma’ruf Amin merupakan ulama ternama di Banten.

”Saya sudah minta seluruh anggota untuk partisipasi secara sukarela sosialisasi pasangan Jokowi-Ma’ruf kepada masyarakat,” imbuhnya.

FSB berencana mengadakan istighosah akbar dan deklarasi pasangan Jokowi-Ma’ruf bisa menang secara maksimal di Banten.

“Insyallah kita akan adakan dan mengundang seluruh santri dan masyarakat hadir dalam acara tersebut,” katanya.

Dia menilai, kepimpinan Jokowi memberikan dampak yang baik dengan adanya pembangunan infrastruktur yang terus bergerak.

”Termasuk 22 Oktober yang sudah diresmikan sebagai hari santri. Hasil dari inisiatif Jokowi yang membuat kami sebagai santri merasa sangat dihargai,” lanjutnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Gerakan Banten Bersatu, Dede Qodrat Alwajir mengapreasiasi masyarakat yang terus bergerak secara sukarelawan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Masyarakat sudah cerdas akan memilih pemimpin selama lima tahun kedepan dan tahun ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Banten,” katanya.

Dede berharap, pergerakan relawan terus muncul untuk menangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf pada 2019 mendatang.

“Kami yakin sepenuh hati, Jokowi-Maruf akan tetap di hati dan dibuktikan dengan kemenangan,” tutupnya. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya