Jokowi Dan Mike Pence/Repro
. Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-33, termasuk bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence.
"Tiga hal yang dibicarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi di Singapura, pagi ini (Kamis, 15/11).
Retno menjelaskan, hal pertama disampaikan pertama adalah pentingnya bekerja sama di dalam membangun masyarakat yang majemuk. "Dan saya kira pesan ini disampaikan Presiden pada beberapa kesempatan yang berbeda," cerita Retno.
Kemudian, yang kedua yakni kerja sama ekonomi. Menurut Retno, Presiden Jokowi menekankan bahwa di bidang perdagangan, Indonesia dan Amerika Serikat tidak saling berkompetisi dan bisa saling melengkapi. Presiden Jokowi meyakini akan saling menguntungkan.
"Dalam konteks ini, Presiden mengharapkan agar Amerika masih dapat terus memberikan fasilitas
Generalized System of Preference (GSP) bagi Indonesia karena fasilitas GSP ini sangat bermanfaat bukan hanya bagi Indonesia tapi juga untuk Amerika. Presiden menekankan bahwa kalau kita memakai pendekatan
zero sum, maka justru akan membuat situasi yang lebih buruk," papar Retno.
Lalu pembicaraan ketiga yaitu menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan melalui kolaborasi pengembangan Indo Pasifik.
Terkait hal ini, kata Retno, Presiden akan menyampaikan konsep Indo Pasifik di pertemuan East Asia Summit (EAS).
"Kita juga sudah bicara dengan AS dan dari konsep yang ada, saya kira kita bisa sinergikan kerja sama atau konsep kita," ujar Menlu Retno.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berharap pihak Amerika Serikat memberikan dukungan untuk AHA Centre, khususnya terkait persoalan etnis Rohingya di Rakhine State dimana AHA Centre merupakan pusat koordinasi dan informasi penanganan bencana di kawasan ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, selain didampingi Menlu Retno, Presiden juga didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani; Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
[jto]