Berita

Ambassador Talks

Ini Penjelasan Dubes Panama Tentang Panama Papers Dan Kopi Termahal Di Dunia

RABU, 14 NOVEMBER 2018 | 06:43 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

TAHUN 2015 masyarakat internasional dikagetkan oleh 11,5 juta dokumen yang berasal dari firma hukum Mossack Fonsesca di Panama.

Dokumen-dokumen itu dibocorkan oleh sumber yang hingga kini dirahasiakan kepada Bastian Obemeyer, wartawan harian Jerman, Suddeutsche Zeitung (SZ). Tak lama setelah dipublikasikan SZ, Konsorsium Internasional Wartawan Investigatif (ICIJ) memuat semua dokumen dalam website mereka.  

Panama Papers, demikian kasus ini kemudian di kenal, memuat lebih dari 214 ribu perusahaan dan individu yang memiliki rekening rahasia melalui firma hukum Mossack Fonsesca sejak era 1970an.


Nama 45 pemimpin negara juga disebut memiliki kaitan dengan kasus ini, termasuk sejumlah tokoh dan pengusaha Indonesia.

Dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL bulan Oktober lalu, Dutabesar Republik Panama, Deborah Ho Ng De Cogley, menjelaskan fenomena Panama Papers dan keinginannya memperkenalkan Panama melalui hal-hal yang lebih positif seperti kopi Geisha.

Berikut petikan kelanjutan wawancara dengan Dubes Deborah ho:

Bagi masyarakat Indonesia, selain Terusan Panama hal lain yang dikenal dari Panama adalah Panama Papers…
Ya. Sayangnya, (yang terkait dengan) Panama Papers tidak tentang orang Panama. Itu (Panama Papers) mengambil nama Panama karena firma hukum (Mossack Fonsesca) yang berada di Panama.

Mereka mendirikan semuanya. Tetapi semua hal itu tidak legal. Let’s say, ini tidak jujur (honest) sama sekali. Seperti Anda menyembunyikan uang dari seseorang, dan kemudian Anda mengirimkan uang itu kepada pihak lain. Hal-hal seperti itu tidak hanya terjadi di Panama.

Bagaimana sistem perbankan di Panama?

Saat ini Panama memiliki banyak aturan ketat di bidang perbankan. Sangat sulit untuk mendapatkan rekening bank. Tidak seperti di Indonesia yang sangat mudah untuk mendapatkan rekening bank.

Di Panama sangat sulit. Saya tidak bicara tentang rekening yang dimiliki perusahaan saja, tetapi juga rekening yang dimiliki individu. Misalnya, kalau saya ingin rekening bank, saya mesti bisa membuktikan banyak hal, yakni persyaratan-persyaratan yang dimintakan oleh IMF, Bank Dunia, dan organisasi-organisasi keuangan internasional lain yang terkait. Mereka meminta kita untuk melakukan itu, dan kita harus memenuhi semua syarat itu.

Masih banyak negara lain yang tidak memberlakukan hal-hal itu. Mengapa mereka tidak mengatakan hal-hal seperti itu (yang terjadi dalam kasus Panama Papers) pada negara-negara itu (yang mudah untuk mendapatkan rekening bank).

Banyak negara di Eropa, dan di Karibia, Anda tahu, mereka tidak meminta persyaratan yang diharuskan aturan internasional. Mereka mereka ini tidak diserang? Ini terjadi hanya karena firma hukum itu berada di Panama.  

Jadi uangnya tidak ada di Panama?
Tidak. Tentu saja tidak.

Uangnya tidak Panama. Jadi hanya terdaftar di Panama saja?
Ya, hanya terdaftar di Panama. Orang-orang yang bekerja dan firma hukum itu berada di Panama. Seperti misalnya, Anda memiliki firma hukum disini, Anda dapat menangani kasus dari belahan bumi manapun.

Anda tidak hanya menangani kasus yang ada di Indonesia saja. Anda punya client yang mungkin berada di Eropa, Amerika, atau dimanapun. Anda hanya menangani client. Ini hanya sesederhana itu.

Firma hukumnya yang berada di Panama. Dokumen yang bocor itu berasal dari firma hukum yang berada di Panama. Dan kasus ini pun mengambil nama Panama menjadi Panama Papers. Ini sungguh tidak adil. Setelah Anda analisa semuanya, bahkan uangnya pun tidak ada di Panama.

Tapi setidaknya semua orang mengenal Panama kan?
Ya, saya tahu. (Tertawa.) Terkadang dikatakan, propaganda yang buruk. Tetapi kami lebih mau mempromosikan (hal-hal yang positif). Di Indonesia, mereka selalu tanya tentang Panama Papers. Mengapa Anda melihat hal-hal yang negatif. Lihatlah hal-hal yang positif. Jadi, saya mulai mempromosikan tentang kopi dan hal-hal lain yang terkait dengan Panama.

Seperti mempromosikan Kopi Geisha? Ceritakan tentang Kopi Geisha…
Sebenarnya biji kopi Geisha berasal dari Ethiopia. Tetapi, mereka sepertinya menemukan rumah di Panama. Mungkin karena unsur kandungan tanah, cuaca, udara, dan hal-hal lain yang saya tidak tahu. Sungguh seperti mekar di Panama.

Cara perusahaan itu menangani biji kopi itu membuat kopi Geisha memiliki rasa yang berbeda dari aslinya. Sebelum Panama, biji kopi ini lebih dahulu diolah Costa Rica. Tetapi mereka tidak mendapatkan the thing.

Sejauh yang saya tahu, biji kopi ini datang dari Ethiopia ke Costa Rica. Dan, karena mereka tidak bisa mendapatkan keuntungan, entah bagaimana caranya, biji kopi ini tiba di Panama. Di Panama dibudidayakan di pegunungan, memiliki hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi biji kopi yang baik.  

Sejak kapan Kopi Geisha mulai dikenal di Panama?
Sudah beberapa tahun. Mungkin sekitar enam tahun lalu.

Dikatakan bahwa Kopi Geisha adalah yang termahal di dunia…
Ya. Betul.

Bagaimana ini terjadi?
Ada sebuah kompetisi, di mana perusahaan-perusahaan yang ikut kompetisi mengolah biji kopi mereka. Lalu ada orang-orang, ahli kopi, yang menilai pengolahan dan rasa kopi-kopi itu. Dan mereka menilai Kopi Geisha memiliki rasa yang sangat berbeda.

Panama bukan produsen besar kopi. Ini bukan tentang kuantitas, tetapi kualitas kopi. Panama bahkan tidak berada dalam daftar 50 negara produsen kopi di dunia. Tetapi yang terbaik diolah di Panama.

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen besar kopi. Karena kami memiliki kopi kami sendiri, bagaimana Anda bisa menjual Kopi Geisha di Indonesia?
Sebetulnya saya tidak ingin menjual kopi ke Indonesia. Tujuan saya adalah untuk mempromosikan Panama. Saya tahu pasti bahwa Indonesia adalah negara kopi. Orang Indonesia suka kopi.

Saya berkata pada diri sendiri, bagaimana caranya agar orang Indonesia belajar tentang Panama, dan menumbuhkan keinginan untuk mengunjungi Panama. Lalu saya berpikir keras untuk menemukan apa yang sama di antara masyarakat kita. Dan akhirnya saya temukan: kopi.

Saya akan membuat orang Indonesia merasakan kopi Panama. Juga sesungguhnya, banyak orang dari industri kopi ingin berkunjung ke Panama untuk melihat bagaimana Kopi Geisha diproduksi.

Jadi bagi Anda, mempromosikan Kopi Geisha adalah salah satu cara untuk memperkenalkan Panama kepada masyarakat Indonesia…
Ya. Saya harus katakan kepada Anda bahwa Kopi Geisha tidak diproduksi dalam jumlah yang banyak. Tetapi dalam jumlah yang terbatas. Bagaimana mungkin saya ingin menjual kopi ini kepada negara yang memiliki 250 juta orang.

Kalau kita ingin membangun hubungan dagang antara kedua negara, apa yang bisa kita perdagangkan?
Saya tidak bisa mengatakan kepada Anda hal tepatnya. Nanti dalam kunjungan Wakil Presiden Panama kita baru akan memulai pembicaraan tentang itu. Kalau Anda tanya secara personal, saya ingin mengatakan, ada nenas di Panama. Sangat manis. Di sini saya lihat nenas kecil. Nenas kami seperti ini (membentuk kedua tangan untuk memperlihatkan ukuran besar), dan sangat manis. Saya ingin membawa itu kesini.

Tetapi semuanya tergantung pada negosiasi yang akan dilakukan antara Indonesia dan Panama. Tentu saja ada banyak hal yang dapat dilakukan. [guh]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya