Berita

Jamal Khashoggi/Net

Dunia

Turki Berikan Rekaman Khashoggi Ke Negara-Negara Tertentu

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 | 04:32 WIB

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya telah memberikan rekaman-rekaman terkait pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi kepada Arab saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris.

Sumber-sumber Turki mengatakan sebelumnya bahwa pihak berwenang memiliki rekaman audio yang dimaksudkan mendokumentasikan aksi pembunuhan tersebut.

"Kami berikan rekaman-rekaman itu. Kami berikan kepada Arab Saudi, ke Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris. Mereka telah mendengarkan semua percakapan yang ada didalamnya. Mereka tahu," kata Erdogan.


Khashoggi, kolumnis Washington Post dan pengeritik pemerintahan Saudi dan penguasa sesungguhnya Putera Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman, hilang di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk menikah. Saat berada di dalam, dia dicekik hingga tewas lalu tubuhnya dimutilasi.

Pada awalnya pejabat Saudi mengatakan Khashoggi telah meninggalkan konsulat itu, kemudian mengatakan ia meninggal dalam operasi keji yang terencana.

Jaksa Saudi Saud al-Mokjeb mengatakan, Khashoggi dibunuh dalam serangan terencana.

Erdogan mengimbau Arab Saudi mengidentifikasi pembunuh di antara 15 orang anggota tim yang tiba di Turki beberapa hari sebelum pembunuhan Khashoggi.

"Tak perlu memutarbalikkan isu ini, mereka tahu pembunuh itu, atau para pembunuh itu. di antara 15 orang ini. Pemerintah Arab Saudi dapat mengungkap ini dengan memerintahkan 15 orang ini bicara," ujarnya.

Erdogan juga menuding Mojeb, yang mengunjungi Istanbul untuk membahas investigasi itu dengan rekan sekerjanya dari Turki dan memeriksa konsulat Istanbul menolak bekerja sama, pada gilirannya menunda penyelidikan.

"Kami juga mengetahui orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah mereka: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami mengetahui bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari tingkat paling tinggi di Pemerintah Arab Saudi," jelas Erdogan, seperti diberitakan Antara, Senin (12/11).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya