Berita

Nurdin Tampubolon bersama Ma'ruf Amin/RMOL

Politik

Ini Pertimbangan Barisan Nusantara Dukung Jokowi-Ma'ruf

SABTU, 10 NOVEMBER 2018 | 18:17 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Ratusan orang yang tergabung dalam relawan perkumpulan barisan nusantara (Barnus) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Deklarasi dukungan terhadap Capres petahana Jokowi ini sekaligus meresmikan kantor relawan Barnus di Jalan Cempaka Putih Timur No. 8, Jakarta Pusat.

Ketua Umum Barnus, Nurdin Tampubolon menjelaskan alasan relawan Barnus mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin karena pertimbangan kinerja Jokowi selama empat tahun memimpin pemerintahan.


Barnus menilai Jokowi telah terbukti mampu menjaga keutuhan NKRI, serta berhasil membangun peradaban bangsa dan mewujudkan kemajuan ekonomi bangsa.

Menurut Nurdin, kemajuan ekonomi di era Jokowi ditandai dengan keberhasilan dalam membangun sektor infrastruktur di segala bidang. Dan mampu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Barnus juga menilai bahwa Cawapres Ma'ruf Amin merupakan sosok ulama yang kharismatik, dan ketokohannya sebagai ulama besar Indonesia.

"Barnus meyakini bahwa Bapak Ma'ruf Amin merupakan tokoh yang tepat untuk mendampingi Bapak Jokowi di Pilpres 2019, karena merupakan pasangan nasionalis-relegius atau umara-ulama," ujar Nurdin saat acara deklarasi, Sabtu (10/11).

Nurdin menambahkan, sebagai seorang ulama besar, peran Ma'ruf  ke depannya semakin sangat dibutuhkan. Terutama terkait dengan adanya ancaman perpecahan umat Islam akibat maraknya isu agama (SARA) yang belakangan ini terus dihembuskan.

Dengan hadirnya Ma'ruf, lanjut Nurdin, ancaman perpecahan di kalangan umat bisa dihindarkan. Sehingga, wajah umat Islam sebagai rahmatan lil'alamin bisa diwujudkan.

"Atas pertimbangan tersebut, Barnus berkeyakinan pasangan Jokowi-Ma'ruf adalah pasangan terbaik bagi bangsa ini, yang akan terus membawa kebaikan bagi bangsa ini ke depannya," demikian Nurdin. [nes]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya