Berita

Foto/RMOL

Dunia

PBB Minta Indonesia Perjuangkan Pembangunan Berkelanjutan

JUMAT, 09 NOVEMBER 2018 | 22:10 WIB | LAPORAN:

Indonesia memiliki peran penting dalam mengupayakan pembangunan berkelanjutan di dunia, terlebih Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Januari 2019. 

Hal tersebut disampaikan Koordinator PBB di Indonesia Anita Nirody dalam United Nation Day 2018 di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (9/11).

"Sebagai kontributor penting bagi pemeliharaan perdamaian global, pembangunan dan masalah kemanusiaan, giliran Indonesia sebagai anggota tetap United Nation Security Council (UNS) yang akan dimulai pada Januari 2019," jelasnya.


Indonesia dan anggota PBB lainnya menandatangani tujuan pembangunan berkelanjutan. Di mana tujuan tersebut ditargetkan tercapai pada 2030 mendatang.

"Tujuan yang akan dicapai pada tahun 2030 membantu meningkatkan kehidupan orang-orang menyelamatkan bumi ini," tutur Anita.

Dia juga menyampaikan fungsi PBB yang bekerja dengan mitra nasional, pemerintah, wanita, pemuda, dan masyarakat di sektor swasta di seluruh negeri. Memberikan praktik global, saran, data keahlian yang dapat menambah nilai untuk berkontribusi pada upaya internasional yang penting khususnya untuk Indonesia.

"Jadilah itu untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan ketidaksetaraan, meningkatkan kualitas kesehatan, gizi dan pendidikan, memberdayakan perempuan dan kaum muda, memerangi perampasan lingkungan, dan hak asasi manusia," papar Anita.

Selain itu, juga mengatasi perubahan iklim, melestarikan warisan dan keanekaragaman hayati nasional yang kaya, serta analisis kebijakan dan program Indonesia.

"Ini adalah beberapa contoh dari kolaborasi kami," kata Anita.

PBB sendiri memberikan bantuan kemanusiaan khususnya membantu pemerintah dalam upaya pemulihan untuk mendukung Indonesia dalam respon mereka terhadap gempa bumi dan tsunami yang terjadi baru-baru ini di Sulawesi Tengah.

"PBB menyatakan solidaritas dan dukungan mereka. Memuji Indonesia untuk kepemimpinannya, ketahanan, dan tanggapan terhadap krisis dan menawarkan bantuan berkelanjutan kami," demikian Anita. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya