Berita

Din Syamsuddin/Net

Dunia

Din Syamsuddin: Agama Harus Ditampilkan Pada Dimensi Kemanusiaan

KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 | 11:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Agama memiliki masa depan yang baik karena dapat menjadi penyelesai masalah peradaban dunia.

Demikian disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin ketika menjadi pembicara pada International Conference on The Future of Faith di Singapura, Rabu (7/11).

Konferensi diselenggarakan oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) dan Forum for Promoting Peace in Muslim Societies dari Abu Dhabi. Konferensi dalam rangka 50 Tahun MUIS dibuka Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan dihadiri sekitar 1.000 peserta baik muslim dan non muslim.


Din Syamsuddin diundang berbicara sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada sesi tentang Building Robust Religious Institution, bersama Presiden MUIS Amb. Alami dan Dr. Sanusi wakil dari Islamic Society of North America (ISNA).

Menurut Din, walau agama menghadapi kritik dari kalangan atheis dan sekularis yang menuduh agama tidak mampu mengatasi masalah kemanusiaan, namun agama justru berperan efektif dan strategis dalam menanggulangi masalah-masalah peradaban sejak dari konflik hingga pemanasan global dan perubahan iklim.

Untuk itu Din memesankan agar agama ditampilkan pada dimensi kemanusiaan, karena memang sejatinya agama itu untuk manusia dan kemanusiaan. Inilah yang dalam perspektif Islam disebut sebagai rahmatan lil 'alamin.

Pengajar politik Islam global di FISIP UIN Jakarta itu keyakinan, nilai dan norma agama harus dimanifestasikan ke dalam sistem perilaku dan budaya yang positif untuk menjawab problematika kemanusiaan. Namun, pranata keagamaan lunak ini memerlukan piranti keras yaitu organisasi sebagai intrumen pengarusutamaan etika agama untuk kemanusiaan dan peradaban.

Din yang pernah menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban memiliki agenda yang padat di luar negeri. Sebelum ke Singapura, pekan lalu dia menghadiri konferensi di Doha, Qatar kemudian menerima Bintang Jasa dari Pemerintah Jepang, dan 9 November besok berangkat ke Moskow untuk menghadiri sidang sebagai anggota Aliansi Strategis Russia-Dunia Islam.

Ikut hadir bersama Din Syamsuddin di Singapura, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Syaiful Bakhri dan Faidal Bintang dari Cek & Ricek. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya