Berita

Advertorial

Ini Langkah Kementerian PUPR Antisipasi Banjir

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 22:30 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah melakukan upaya antisipasi terhadap potensi banjir pada musim hujan 2018-2019.  

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, musim hujan sudah mulai pada bulan Oktober dan puncaknya akan terjadi pada Januari-Februari 2019.

"Kementerian PUPR telah menyiagakan posko siaga di 34 balai/balai besar wilayah sungai dan satu posko pusat. Seluruh balai/balai besar juga telah melakukan penelusuran terhadap sungai-sungai utama sepanjang 54,217 kilometer di mana dari hasil penelusuran diketahui sepanjang 42,11 kilometer dalam kondisi kritis yang kemudian telah ditangani melalui pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan sepanjang 30 kilometer," jelas Dirjen SDA Hari Suprayogi dalam jumpa pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (1/11).


Dikatakan Hari, banjir yang terjadi di kota akan menimbulkan kerugian lebih besar karena akan menggenangi kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Data Ditjen SDA terdapat 20 kota rawan banjir yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bandar Lampung, Pontianak, Samarinda, Makassar, Ambon, Manado, Gorontalo, Kendari, Palembang, Jayapura, Sorong dan Palu.

"Di kota-kota tersebut telah dilaksanakan kegiatan pengendalian banjir berupa normalisasi sungai, tanggul banjir, kanal sepanjang 142 kilometer, pembangunan pintu air 16 buah, pembangunan polder/kolam retensi dua buah. Dan pembangunan sistem pompa dua unit pada tahun 2015-2018 dengan biaya Rp 4,4 triliun," paparnya.

Sementara secara nasional, upaya fisik yang telah dilakukan selama 2015-2018 berupa pembangunan pengendalian banjir sepanjang 874 kilometer dengan total biaya Rp 15,928 triliun, rehabilitasi bangunan pengendali banjir sepanjang 196,36 kilometer dengan total biaya Rp 1,276 triliun, pemeliharaan tanggul dan tebing sungai sepanjang 14.280,24 kilometer, pemeliharaan kanal banjir sepanjang 434,88 kilometer dan pemeliharaan badan sungai sebelum masuk musim hujan sepanjang 113,74 kilometer di balai besar/balai wilayah sungai

Dalam pembangunan infrastruktur fisik, tantangan yang dihadapi adalah masalah sosial dalam pengadaan tanah. Sebagai contoh Kementerian PUPR memiliki program normalisasi Sungai Ciliwung dengan pembangunan tanggul sungai sepanjang 33 km, namun saat ini baru selesai sepanjang 17 kilometer.

"Pada tahun 2019, kami belum menganggarkan untuk normalisasi Sungai Ciliwung karena ketiadaan lahan yang bebas. Namun apabila Pemerintah DKI Jakarta telah memulai pembebasan lahan kembali maka kami siap untuk menganggarkan untuk konstruksinya," jelas Hari.

Dalam pengelolaan banjir di Jakarta, Kementerian PUPR juga membangun dua bendungan kering yakni Ciawi dan Sukamahi yang dapat mengurangi 30 persen debit air yang masuk ke Jakarta. Kedua bendungan ditargetkan rampung pada 2020.

Mitigasi bencana banjir juga memerlukan kerja sama dengan kementerian/lembaga lain karena dilakukan dari hulu hingga hilir sungai. Di samping itu, peran serta masyarakat juga diperlukan seperti merubah cara tanam di lereng bukit melalui penggunaan terasering.   

Upaya non fisik juga dilakukan berupa penggunaan sistem prakiraan banjir serta peringatan dini, pemetaan kawasan beresiko banjir, peningkatan kesadaran masyarakat, penyiapan peralatan untuk keperluan pengelolaan banjir, penyiapan bahan banjiran.

Selain itu, seluruh balai/balai besar wilayah sungai juga telah menyiapkan alat peralatan sebanyak total 657 unit peralatan yang terdiri 122 eskavator, 51 amphibious eskavator, 96 dumptruck, 23 trailer truck, 75 pick up, 74 mobile pump, 196 perahu karet dan 20 mesin outboard. Untuk bahan banjiran, Ditjen SDA menyiapkan 242.633 buah kantong pasir, 5.968 buah geobag dan 41.798 kawat bronjong. [***/wah]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya