Berita

Menko Polhukam Wiranto

Advertorial

Peran Transportasi Wujudkan Masyarakat Indonesia Tertib

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 09:19 WIB

Sektor transportasi memegang peranan besar dalam pembangunan nasional. Penyelenggaraan transportasi yang handal tidak lepas dari perilaku tertib para pengguna, operator maupun regulator.

Indonesia patut berbangga karena Gallup Law and Order telah menempatkan Indonesia ke dalam daftar 10 negara teraman di dunia.

"Sebuah capaian yang membanggakan kita semuanya yang harus kita jaga dan kita pertahankan," kata Presiden Jokowi Juli lalu di Istora Senayan, Jakarta. Presiden juga menekankan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa.


Pencapaian itu tidak membuat Kementerian Perhubungan selaku regulator sektor transportasi berpuas diri. Momentum ini justru menjadi refleksi pembenahan pelayanan transportasi, khususnya transportasi darat. 

"Bersamaan dengan kita menertibkan, kita akan bersama mencarikan pola dan cara agar bus-bus ini menjadi baik," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada saat melakukan sidak di terminal Tirtonadi Solo Juli lalu.

Menhub pun mengakui bahwa industri bus saat ini masih dalam tekanan karena kompetisi dengan angkutan yang lain. Karenanya selain menertibkan bus-bus yang bermasalah, pihaknya juga akan mencari cara agar bus-bus ini menjadi lebih baik.

"Saya minta kepala terminal dan Direktur di Ditjen Perhubungan Darat mengevaluasi, bagaimana cara melakukan pengawasan secara efektif dan membuat suatu mekanisme pengawasan kepada perusahaan bus agar menjadi lebih baik," ujar Menhub.

Hal ini selaras dengan kegiatan Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib yang dilaksanakan di kota Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu (27/10).

Acara yang dibuka oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto ini membahas program-program lintas kementerian dan lembaga yang mengajak masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Tertib. Acara ini digelar sebagai bagian dari Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018 yang berlangsung pada 26-28 Oktober 2018.

Dalam paparannya, Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh  Direktur Prasarana Perhubungan Darat, Chandra Irawan menyatakan bahwa masyarakat banyak yang belum tertib jika berbicara mengenai penggunaan fasilitas publik.

"Kami fokus di terminal karena masih banyak penumpang maupun driver yang menggunakan fasilitas yang tidak sesuai misalnya tempat parkir atau bus yang ngetem atau masyarakat yang menunggu bus tidak di ruang tunggu yang disediakan," buka Chandra dalam paparannya.

Dari perilaku masyarakat yang awalnya dinilai belum tertib, kemudian disediakan sarana dan prasarana penunjang ketertiban yang akan memaksa masyarakat untuk berperilaku tertib. Dari sinilah nantinya diharapkan akan perlahan muncul budaya tertib di masyarakat Indonesia.

"Untuk menunjang ketertiban ini ada beberapa program yang dikerjakan yaitu prasarana sterilisasi di 51 terminal, penyediaan prasarana sky bridge, penyediaan Bus Rapid Trans (BRT) sebanyak 1.918 unit, pembangunan Area Traffic Control System (ATCS) di 19 kota, serta penyediaan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) di 49 lokasi," jelas Chandra menjabarkan program kelompok kerja V di Gerakan Indonesia Tertib ini.

Mengenai sistem zonasi untuk sterilisasi terminal, ditargetkan pada 2019 sudah dapat diterapkan di 103 terminal.

"Ini jumlahnya akan meningkat terus termasuk sky bridge yang ada di Solo. Di mana terminal Tirtonadi Solo itu nantinya jadi penghubung dengan stasiun kereta api yang berguna untuk kemudahan dan kenyamanan sehingga keterpaduan antar moda lebih mudah," kata Chandra.

Pembagian zonasi ini nantinya akan dilakukan pembagian zona- zona tertentu di dalam terminal sebagai bagian dari rencana fasilitas. Zona 1 diperuntukkan bagi penumpang yang sudah memiliki tiket, sementara zona 2 untuk penumpang yang belum bertiket, dan ada pula zona perpindahan maupun zona pengendapan. Manfaat dibangunnya pagar zonasi ini untuk ketertiban, keamanan, dan kenyamanan penggunaan jasa di terminal.

Menurut Wiranto saat ini Indonesia masih dalam proses menuju masyarakat tertib. Meski demikian, tambahnya, perkembangannya pasti membaik dan ada peningkatan dari tahun ke tahun.

Wiranto saat bertindak sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib itu juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara hukum dimana hukum merupakan bagian dari kehidupan nasional.

"Hukum merupakan kesepakatan kolektif dari sekelompok manusia, kalau ditaati maka sekelompok manusia itu akan teratur dan pasti. Masyarakat yang tertib ini akan mewujudkan keteraturan dalam kehidupan," tambah Wiranto. [***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya