Berita

Nusantara

APH-SULTRA Minta Perhatian Gubernur Kepastian Hukum Ijazah La Ode Arusani

SELASA, 30 OKTOBER 2018 | 08:34 WIB

Hukum jangan kita biarkan tajam bagi sekelompok orang, tapi tumpul bagi orang tertentu. Hukum jangan jadi permainan, oleh mereka yang justru kita harap jadi penegaknya. Itulah inti motivasi Aliansi Pemerhati Hukum-Sulawesi Tenggara (APH SULTRA), yang disampaikan oleh Zul Harjan, korlap APH-SULTRA, saat demonstrasi di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (29/10).

"Kami akan terus upayakan kepastian hukum dan terpenuhinya rasa keadilan atas ijazah La Ode Arusani (Plt Bupati Buton Selatan) di SMPN Banti-Tembagapura, Papua dan  MAN Baubau, Buton sebagaimana yang didaftarkan ke KPU RI dalam pencalonan Wakil Bupati Buton Selatan pada tahun 2017-2022," demikian Zul Harjan.

Dalam orasi, APH-SULTRA menyatakan, hingga saat ini tidak ada bukti atau saksi yang menolak pernyataan tertulis dari Kepala SMPN Banti-Tembagapura dan MAN Baubau-Buton, bahwa La Ode Arusani tidak pernah bersekolah disana.  "Kami ingin Bapak Gubernur turun tangan, agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum.  Pak Ali Mazi tidak bisa berlepas diri atas kasus ini, karena Buton Selatan adalah cakupan wilayah jabatan beliau.  Gubernur dapat minta bukti-bukti ke KPU Buton Selatan dan cek langsung ke SMPN Banti dan MAN Baubau atas kebenaran ijazah tersebut.  Lalu penelitian Gubernur tersebut diumumkan untuk jadi pegangan publik," demikian tuntutan APH-SULTRA, yang disampaikan  Firman, salah satu mahasiswa perwakilan APH-SULTRA yang berorasi.


Menurut APH-SULTRA, guru dan tiga murid angkatan pertama SMPN Banti tahun 2003 telah diambil kesaksiannya oleh Penyidik Polda Sultra. Mereka bersaksi bahwa La Ode Arusani tidak ada bersekolah disana. Sejak tahun 2003 hingga tahun 2006 saat Ujian Nasional pertama kali diadakan di SMPN Banti, tidak ada 'rambut lurus' (sebutan murid suku luar Papua, red) yang bersekolah di SMPN Banti. Sedang ijazah La Ode Arusani di SMPN Banti bertahun 2005.

"Kalau pernyataan Kepala Sekolah, apalagi untuk SMPN Banti sudah disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan kesaksian guru dan murid-murid tidak bisa jadi alat bukti, alat bukti apa lagi yang diperlukan?,"  tegas Zul Harjan lagi.

Setelah demonstrasi, APH-SULTRA menyerahkan surat permintaan kepada Gubernur Ali Mazi untuk turun tangan atasi masalah ijazah ini, dan menyerahkan bukti-bukti yang mendukung.  Setelah diterima oleh staf Biro Pemerintahan Pemda Sultra, dan mendapat janji bahwa surat akan disampaikan kepada Gubernur, APH-SULTRA membubarkan diri. [rry]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya