Berita

Foto/Net

Jaya Suprana

Tragedi Kemanusiaan 22 Juli

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 07:24 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

LUBUK sanubari saya terasa getir dan memar setelah menyaksikan film yang ditulis, diproduksi dan disutradarai Paul Greengrass berjudul “22 JULY” berdasar kisah nyata angkara murka tragedi kemanusiaan yang terjadi di Kota Oslo dan Pulau Utoya, Norwegia pada tanggal 22 Juli 2011.

Norwegia


Film “22 July” diawali adegan seorang warga Norwegia peyakin mashab neo-Nazisme bernama Anders Behring Breivik meramu bahan peledak di sebuah desa pertanian Norwegia nan gemar ripah loh jinawi tata tenteram kerta raharja.


Kemudian Breivik meledakkan bahan peledak berkekuatan dahsyat itu di kawasan gedung pemerintah Norwegia di pusat Kota Oslo di mana kantor Perdana Menteri Norwegia juga berada.

Ledakan itu menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 209 orang. Sementara aparat keamanan sibuk berupaya menyelamatkan sang perdana menteri, maka Anders diam-diam melanjutkan perjalanan dengan menyamar sebagai polisi ke Pulau Utoya tidak jauh dari Oslo di mana ratusan anak-anak muda yang diundang oleh partai yang berkuasa sedang berkumpul untuk menghadiri acara sarasehan kepemimpinan yang direncanakan juga akan dihadiri perdana menteri.

Anti Imigran


Dengan mengenakan seragam polisi buatan sendiri, Breivik berhasil mendarat di pulau Utoya kemudian memberondongkan peluru demi menembak mati 69 pemuda dan melukai lebih dari 100 warga Norwegia.

Setelah tertangkap, Anders Behring Breivik menuntut pemerintah Norwegia menutup rapat pintu gerbang negara Norwegia demi membendung banjir kaum imigran sambil sesumbar bahwa dirinya adalah anggota angkatan bersenjata kelompok “Kesatria Templar“ yang akan berjuang membuat Eropa berjaya kembali seperti di masa Adolf Hitler.

Ankara Murka


Paul Greengrass yang juga menggarap film drama-politik The Murder of Stephen Lawrence, United 93, Green Zone, dan Captain Phillips, dengan karya film “22 JULY” berupaya menyadarkan kita bahwa angkara murka terorisme dengan latar belakang alasan ideologi, suku, ras, etnis, sosial, ekonomi, agama bisa terjadi kapan pun, di negara mana pun termasuk Norwegia sebagai negara yang dikenal aman, damai dan toleran.

Angkara murka dilakukan oleh manusia yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsu diri sendiri akibat gejolak fanatisme keyakinan bahwa diri paling benar secara berlebihan membabibutatuli, sehingga tidak segan melakukan angkara murka kekerasan bahkan pembinasaan terhadap sesama manusia yang sama sekali tidak berdosa seperti yang pada tanggal 22 Juli 2011 dilakukan Anders Behring Breivik terhadap ratusan sesama manusia  yang bukan hanya sama sekali tidak berdosa namun bahkan sama sekali tidak dikenal atau mengenal sesama insan manusia yang mencederai bahkan membinasakan mereka. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya