Berita

Zulkifli Hasan (kiri)/Repro

Ketua MPR Diundang Hadiri HUT dan Munas PSMTI

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 05:33 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengundang Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk menghadiri peringatan HUT Ke-20 dan Munas XVI PSMTI.

Undangan disampaikan secara langsung dalam pertemuan jajaran pengurus PSMTI dengan Ketua MPR di Ruang Kerja Ketua MPR, Gedung Nusantara III Lantai 9, Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (24/10).

PSMTI akan menggelar peringatan HUT ke-20 dan Munas XVI pada 2–4 Nopember 2018 di Palembang, Sumatera Selatan.


Peringatan HUT ini akan dihadiri sekitar 1000 orang sedangkan Munas diikuti sekitar 600 peserta. HUT dan Munas kali ini mengambil tema “Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemilihan Umum”.

Selain Zulkifli Hasan, Munas XVI PSMTI juga akan dihadiri sejumlah pejabat negara dan Gubernur Sumatera Selatan.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyanggupi akan hadir dalam peringatan HUT PSMTI itu. Zulkifli mengaku selalu hadir apabila diundang dalam kegiatan PSMTI.

“Saya selalu hadir jika diundang dalam kegiatan PSMTI,” kata Zulkifli Hasan. Pernyataan Zulkifli Hasan ini pun disetujui jajaran pengurus PSMTI yang hadir dalam pertemuan itu.

Dalam pertemuan itu, Zulkifli menceritakan perjalanan bisnisnya yang tidak lepas dari hubungannya dengan masyarakat Tionghoa baik di Indonesia maupun di Tiongkok.

Dalam mengelola bisnisnya, Zulkifli menjalin hubungan dengan pengusaha Tionghoa di Indonesia dan Tiongkok. Dia beberapa kali mengadakan kerjasama dengan pengusaha Tionghoa.

Salah satunya adalah pengusaha David Herman Jaya alias Liem Wan King, seorang pengusaha karoseri New Armada. David Herman Jaya yang juga Ketua Umum PSMTI tidak hadir dalam pertemuan itu.

“Waktu itu saya butuh banyak mobil untuk angkutan barang-barang. Saya menjalin kerjasama dengan Wan King, David Herman Jaya, pemilik karoseri New Armada,” ujar Ketua MPR.

Kepada jajaran pengurus PSMTI, Zulkifli juga mengungkapkan bahwa negara maju bukan karena mengandalkan kekayaan sumber daya alamnya. Sebuah negara bisa maju karena memiliki sumber daya manusia berkualitas.

Di kawasan Asia, sumber daya manusia negara seperti Singapura, Tiongkok, Hongkong, Jepang, Korea, Taiwan, Macao, berada di urutan atas.

Sementara Indonesia berada pada ranking 62. Riset terhadap ranking negara-negara itu berdasarkan indikator kemampuan teknologi, matematika dan baca buku. Karena itu, kunci kemajuan negara adalah pada manusia.

“Banyak mahasiswa dari Tiongkok yang sekolah di universitas-universitas di Amerika dan Eropa. Sangat jauh jumlahnya dibandingkan dengan mahasiswa dari Indonesia,” katanya memberi contoh.

Perkembangan negara Tiongkok pun sangat cepat. “Pada tahun 80-an saya ke sana, sangat jauh dibandingkan sekarang ini. Kemajuan Tiongkok sangat cepat hanya membutuhkan sekitar 20 tahun saja,”ucap Zulkifli Hasan. [jto]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya