Berita

Sri Puguh Budi Utami/Net

Wawancara

WAWANCARA

Sri Puguh Budi Utami: Kami Akan Usulkan Remisi Khusus Napi Di Palu Yang Kembali ke Lapas

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 | 08:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sejumlah bangunan lembaga permasyarakatan di Palu dan Donggala porak-poranda akibat gempa beberapa waktu lalu. Warga binaan pun banyak yang melarikan diri guna menghindari gempa tersebut. 1.000 lebih narapidana melarikan diri ke­luar lapas. Lantas bagaimana perkembangan kondisi lapas di sana? Berikut penuturan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami.

Bagaimana perkemban­gan terbaru kondisi Lapas di Palu?
Baik, ini soal cerita Palu ya. Jumlah napi yang ada di Palu sebelum gempa ada 566 orang. Per Selasa 16 Oktober, yang sudah ada di dalam (Lapas) 286 orang, yang masih di luar 275 orang, dan yang ada di lapas atau rutan lain 5 orang. Ini Lapas Palu. Untuk Lapas Perempuan Palu total ada 96 orang, di mana 50 orang di dalam lapas, 46 di luar lapas, di mana 18 di antaranya sudah melapor.

Jadi yang di luar 32 dan 18 orang di antaranya sudah lapo­ran. Kemudian di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), jumlah sebelum gempa 28 orang, sekarang di dalam 23 orang, yang sudah melapor 5 orang. Di Rutan Palu jumlah seluruh warga binaan ada 458 orang, sekarang yang ada di dalam 190 orang, yang sudah lapor dan di luar 248 orang.

Jadi yang di luar 32 dan 18 orang di antaranya sudah lapo­ran. Kemudian di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), jumlah sebelum gempa 28 orang, sekarang di dalam 23 orang, yang sudah melapor 5 orang. Di Rutan Palu jumlah seluruh warga binaan ada 458 orang, sekarang yang ada di dalam 190 orang, yang sudah lapor dan di luar 248 orang.

Rutan Donggala jumlah sebe­lum gempa ada 342 orang, yang ada di rutan 39 orang, sementara yang dititipkan di rutan Palu 52 orang. Ada lagi yang dititipkan ke lapas perempuan sebanyak 10 orang, dan yang dititipkan ke LPKA 1 orang.

Itu data sampai hari Selasa, 16 Oktober 2018. Mungkin tinggal 38 persen yang masih di luar, dan mereka sudah melapor.

Apakah ada koordinasi den­gan kepolisian untuk mengem­balikan mereka?
Dari kakanwil, kadikpas, dan jajaran sudah rapat bersama dengan kapolda dan pemerintah provinsi. Dengan adanya per­panjangan masa kedaruratan, maka mereka juga diberikan kesempatan sebelum betul-betul dimasukkan ke Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kondisi bangunan lapas dan rutan di Palu sudah ada perbaikan?
Sebagaimana pernah disampaikan, Sabtu kami pernah ter­bang ke sana, Lapas Palu. Saat itu 3 bloknya roboh, dan pagar semua roboh. Rutan Palu hanya retak-retak pagarnya. Kalau Donggala habis, kecuali masjid dan tinggal kantor depan. Lalu Parigi pagarnya semua roboh, tapi napi-nya ada di dalam.

Dengan keadaan begitu, napi yang akan kembali akan ditampung di mana?
Ya pasti masih mungkin diti­tipkan di Rutan Palu. Kemudian Lapas Palu yang bloknya masih bisa dipergunakan, ya di pergu­nakan. Nah, sekarang ini kami sedang mengoptimalkan angga­ran, untuk merapikan pagarnya dulu. Untuk Rutan Donggala belum bisa kami apa-apakan, karena tidak punya anggaran. Tadi sebagaimana disampaiakan Pak Yasonna (Menkumham), sebenarnya kami pengin usul, pengin mengimbau untuk mer­eka yang masih di luar untuk segera balik. Kami akan men­gusulkan, barangkali mungkin diberi remisi gitu, sebagai daya tarik mereka untuk kembali. Khususnya untuk yang di Palu, yang mengalami gempa yang sangat luar biasa. Saya ikut merasakan, karena saya di sana, saya landing pertama kali itu mengalami gempa itu luar bisa.

Kalau seandai mereka masih belum juga mau kembali hing­ga masa tenggatnya berakhir, lantas bagaimana prosesnya hingga seorang napi itu di­masukan ke DPO?
Sekarang kan ada keadaru­ratan, nah nanti ada masa akhir kedaruratan. Hal itu tergantung pemerintah provinsi, karena ka­mi memang sudah berkordinasi dengan Polda. Menkumham juga sudah bersurat ke Kapolri untuk dibantu, dan kami mengimbau kepada mereka yang masih di luar untuk melaporkan di mana mereka berada. Seperti yang tadi kami sampaikan, yang di Solo, Porong, dan kemarin di Tanggerang sudah dikirim ke Palu lagi.

Berapa kali dipanggil sebe­lum DPO?
Kami akan lihat kedarura­tan dulu, kami berdoa mudah-mudaham mereka sadar diri, karena jumlah total yang di luar akhirnya mereka pada lapor dan masuk. Ini satu penghargaan kami kepada mereka dengan kesadaran mereka melapor. Kalau melihat jumlahnya, tidak banyak lagi para warga yang ada di luar rutan Palu dan lapas Palu. Makanya kami imbau untuk segera melaporkan diri kembali ke rutan.

Terkait napi lansia bagaima­na?
Jumlahnya sekarang ada 4.400 orang lebih, hampir 4.500 orang. Selama ini belom ada pembi­naan khusus untuk mereka. Jadi mereka campur dengan napi yang lain.

Sebagaimana kita ketahui, banyak warga binaan yang hu­kumannya panjang, yang exist­ing saja ada 4.500-an. Ini ada beberapa lapas yang sudah lakukan pembinaan, yang ses­uai dengan standar pembinaan untuk lansia, karena ada undang-undang khusus untuk itu. Untuk mereka buang air besar, kami sudah berikan mereka wc duduk. Poliklinik, perpus ada.

Mereka ditempatkan di lapas khusus?
Masih kami gabung, kami penginnya membangun yang baru.

Di lapas campur itu kenapa gedungnya tidak dibedakan?
Penginnya begitu sekarang. Sekarang hanya blok posisinya masih over crowded, karena terbatas kapasitasnya, sehingga kami mengoptimalkan blok yang ada. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya