Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi: Astaghfirullah, Isu Saya PKI Masih Ada Sejak 2014

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 | 02:42 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo tidak henti-hentinya mengklarifikasi tentang tuduhan sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada acara penyerahan 10.000 sertifikat tanah untuk rakyat warga Jakarta Utara di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jokowi kembali meluruskan tudingan tersebut.

Jokowi tidak habis pikir isu yang muncul sejak tahun 2014 itu terus digoreng hingga Pilpres 2019.


"Isu-isu sejak saya (pilpres) 2014 sampai sekarang masih ada, Presiden Jokowi itu PKI, coba, astaghfirullah,” tuturnya saat memberi sambutan di acara tersebut, Rabu (17/10).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu kembali menjelaskan bahwa dirinya lahir pada tahun 1961. Sementara PKI dibubarkan di tahun 1965. Itu artinya, Jokowi masih berumur 4 tahun saat PKI dibubarkan.

“Masak ada PKI balita kalau ada fitnah dan hoax seperti itu, kita mikir, logis enggak," ujar Jokowi.

Dia menilai isu PKI tersebut tidak masuk akal. Sebab secara silsilah, Jokowi lahir dan besar di Solo yang dipenuhi oleh ormas-ormas Islam.

"Orang tuanya, kakek neneknya, orang tua Di solo. Tanya aja di masjid di dekat rumah orang tua saya. NU, Muhammadiyah, Al Irsyad ada di Solo. Ormas-ormas semuanya ada di Solo tanyakan saja gampang banget,” tambah Jokowi.

Karena itu Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menelan mentah-mentah informasi dan harus mencari klarifikasi atas informasi tersebut.

"Jangan gampang termakan seperti itu," tutup Jokowi. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya