Berita

Aboe Bakar Al Habsyil/Net

Politik

PKS Tidak Yakin Dengan Kesimpulan Peluru Nyasar

RABU, 17 OKTOBER 2018 | 20:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penembakan ke ruangan anggota DPR di lantai 13 dan 16 pada Senin lalu, serta ditemukannya proyektil di lantai 9, 10 dan 20 membuat keraguan atas kesimpulan olah TKP Polisi bahwa penembakan tersebut akibat peluru nyasar dari Lapangan tembak Senayan.

Politisi PKS Aboe Bakar Al Habsyi tidak yakin jika itu peluru nyasar. Apalagi Polisi mengatakan peluru keluar dari senjata laras pendek yang digunakan untuk latihan.

"Saya sendiri kurang yakin bahwa senjata laras pendek sejenis Glock 17 bisa melesatkan peluru sejauh itu. Apalagi bisa nyasar sampai lantai 10,13,16 dan 20," ujar Habib Aboe Bakar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/10).


Menurut Anggota Komisi III DPR itu, perlu pengujian dan penelitian yang komprehensif agar kesimpulan polisi benar. Salah satunya dengan dilakukan uji balistik.

"Ini untuk meyakinkan sehingga tidak menimbulkan spekulasi," ujarnya.

Aboe Bakar mengakui bahwa dirinya tidak tahu kemampuan senjata jenis Glock 17 yang digunakan oanggota Perbakin dalam latihan menembak.

Namun dalam perhitungannya senjata tersebut tidak cocok digunakan di lapangan tembak Senayan karena jangkauan melontar peluru yang jauh.

Ia sendiri telah memperkirakan jarak lapangan tembak ke parkir DPR sekitar 500 meter, belum lagi hingga menyasar ke lantai 20.

"Apa memang senjata jenis itu memiliki daya jangkau sampai dengan setengah kilo," cetusnya. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya