Berita

Wenny Warouw/RMOL

Politik

Investigasi Sendiri, Wenny Warrouw Simpulkan Peluru Bukan Dari Lapangan Tembak Perbakin

RABU, 17 OKTOBER 2018 | 17:13 WIB | LAPORAN:

. Bekas tembakan yang menyasar ruang kerja Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Wenny Warouw diyakini bukan berasal dari tempat latihan tembak Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta.

Wenny Warouw sendiri yang meyakininya. Sebelum menjabat wakil rakyat, Wenny Warouw aktif di Polri dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal.

Dia mengaku secara diam-diam telah meninjau Lapangan Tembak Perbakin. Hal itu demi mengetahui asal muasal bekas tembakan di salah satu sisi ruang kerjanya.


"Saya sengaja tidak bawa kalian (wartawan), nanti ramai kan yang ada," kata Wenny Warouw di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/10).

Sebelum ke sana, dia terlebih dahulu menempelkan secarik kertas merah di jendela kaca bekas tembakan di ruangannya. Namun, setelah dia tiba di Lapangan Tembak, dia sama sekali tidak bisa melihat keberadaan kertas tersebut.

"Dari lapangan tembak reaksi itu tidak kelihatan sama sekali," tegas Wenny Warouw.

Sebab, salah satu sisi yang sejajar dengan Gedung Nusantara I DPR terlindungi oleh tanggul yang tingginya sekira 2 meter, seng baja setinggi 5 meter, dan pohon yang tinggi.

"Kok peluru bisa nembus?" ujar Wenny Warouw.

Dari hasil tinjauan yang dilakukannya, disimpulkan peluru tersebut bukanlah berasal dari Lapangan Tembak Perbakin.

"Tidak mungkin di sana (asal tembakan)," sebut Wenny Warouw.

Makanya,dia meminta pihak kepolisian untuk melakukan uji balistik dan rekonstruksi kejadian langsung di Lapangan Tembak, bukan di dalam ruangan.

"Saya minta uji balistik di lapangan jangan di ruangan, sama rekonstruksi orangnya," demikian Wenny Warouw. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya