Berita

Joko Widodo/Setkab

Kesehatan

Jokowi Ingatkan Menkes Dan Dirut BPJS: Kalau Tahun Depan Masih Diulang, Kebangetan

RABU, 17 OKTOBER 2018 | 16:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo mengajak pengelola rumah sakit agar dengan kemampuan yang dimiliki untuk secara efektif dan efisien memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara penuh.

"Saya tahu problem yang kemarin urusan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), urusan pembayaran rumah sakit, sehingga mungkin sebulan atau 5 minggu yang lalu, tapi ini sebetulnya urusannya Dirut BPJS tidak sampai Presiden, harus kita putus tambah Rp 4,9 triliun," kata Jokowi sapaan akrab Kepala Negara.

Demikian disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Kongres XIV Persatuan Rumah Sakit Seluruh Inonesia (PERSI), di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/10).


Dana itu pun, lanjut Jokowi, masih kurang lagi karena kebutuhannya bukan Rp 4,9 triliun. "Lha kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta. Mestinya ada manajemen sistem yang jelas sehingga rumah sakit kepastian pembayaran itu jelas," tegasnya.

Diakui Jokowi seperti dilansir laman Setkab, ini sudah problem selama tiga tahun. Namun diakui memang di negara sebesar Indonesia memang tidak mudah.

"Jadi jangan gampang komplain dulu, tidak mudah. Negara kita ini negara besar, jumlah rumah sakitnya ribuan, tersebar di 17.000 pulau yang kita miliki, 514 kota/kabupaten, 34 provinsi," ujarnya.

Jokowi mengaku sering memarahi Dirut Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dia menilai, ini masalah manajemen dimana negara sebesar kita tidak mudah.

"Artinya, kan Dirut BPJS ngurus berapa ribu rumah sakit tetapi sekali lagi kalau membangun sistemnya benar ini gampang. Selalu saya tekankan sistem, selalu saya tekankan manajemen, ya karena memang itu," ucapnya.

Menurut Kepala Negara, dirinya setiap hari di lapangan, ke Bandung tidak ngomong sama protokol masuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mencek pelayanan kesehatan. Di Papua, di Nabire tidak ada rencana masuk ke RSUD di Nabire.

"Ya saya memang seperti itu. Saya pengen kontrol saya pengen cek, dan suaranya, 'Pak ini utang kita sudah puluhan milyar belum dibayar', ngerti saya. Jadi Pak Dirut rumah sakit tidak usah bicara banyak di media, saya sudah ngerti," kata Jokowi seraya menambahkan, dirinya tidak pernah mengajak Menteri Kesehatan atau Dirut BPJS karena khawatir justru Dirut RS-nya yang takut.

Jokowi pun mempertanyakan, masa setiap tahun harus dicarikan solusi. "Mestinya sudah rampung lah di Menteri Kesehatan, di Dirut BPJS, urusan pembayaran utang rumah sakit sampai Presiden. Kalau tahun depan masih diulang, kebangetan," ucap Jokowi.

Politisi PDI Perjuangan ini kembali mengajak seluruh pengelola RS di Tanah Air agar dengan kemampuan yang ada untuk efektif dan efisien memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Kesehatan, Nila F. Moelok, Dirut BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, dan Ketua PERSI, Kuntjoro. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya