Berita

Misbakhun/Net

Politik

Misbakhun: Indonesia Punya Dana Stand By Loan Di Bank Dunia

RABU, 17 OKTOBER 2018 | 01:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Skema pinjaman yang ditawarkan Bank Dunia kepada Indonesia untuk membantu korban bencana gempa Lombok dan Palu masih harus dibahas terlebih dahulu oleh pemerintah dan DPR.

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengaku belum mengetahui detail skema tersebut. Namun demikian, dia menyebut bahwa Indonesia memiliki dana dalam bentuk stand by loan di Bank Dunia yang sewaktu-waktu bisa digunakan.

“Saat ini ada nilai-nilai tertentu dari IMF-WB itu dalam bentuk stand by loan yang sewaktu-waktu bisa kita gunakan kapan saja dan untuk kita pakai apa saja. Nah apakah itu bagian dari itu atau sebagainya, itu yang nanti kita tanyakan,” ucap Misbakhun di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (16/10).


Politisi Golkar itu menjelaskan bahwa dana stand by loan merupakan dana yang dipersiapkan oleh IMF-WB untuk para anggota yang dapat dicairkan dalam kondisi tertentu. Dana ini sifatnya bukan sebagai bentuk pinjaman, melainkan semacam hibah.

“Nah itu makannya, kita akan menanyakan ke Kementerian Keuangan melalui mekanisme apa penganggaran bantuan ini," ungkapnya.

Jika kemudian Komisi XI melihat tidak perlu bantuan IMF-WB, maka keputusannya pun tetap tidak bisa. Memang dalam hal Indonesia berpikir positif terhadap itikad IMF-WB untuk memberikan bantuan kepada Indonesia untuk pulihkan Lombok dan Palu.

“Ini kan komitmen dalam memberi bantuan, bantuannya dalam bentuk utang atau apa kita belum tahu. Baru komitmen ya belum pelaksanaan nah nanti kita tanya ini masuk dalam pembiayaan mana,” pungkasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya