Berita

Politik

DPR Pertanyakan Tawaran Utang IMF Untuk Korban Gempa Palu Dan Lombok

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 22:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

DPR mempertanyakan pinjaman yang ditawarkan oleh IMF-WB untuk rehabilitasi Provinsi NTB dan Sulawesi Tengah (Sulteng) harus melibatkan DPR.

Besaran pinjaman yang ditawarkan sebesar Rp15 triliun itu belum termasuk bunga. Hal ini tentu mengundang pertanyaan mengingat bantuannya bukan dalam bentuk hibah.

"Bantuan IMF-WB dalam bentuk utang itu kita masih tanyakan nanti. Itukan harus dapat persetujuan dari DPR juga karena menyangkut pembiayaan dan sebagainya apakah kita lihat mekanisme utang ini cukup memadai atau tidak?" ucap Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/10).


Menurut politisi Partai Golkar ini, kalau pinjaman itu sebagai utang sudah pasti masuk struktur APBN yang penerapannya sudah pasti melibatkan persetujuan DPR.

"Tidak bisa kemudian pemerintah serta merta memasukan unsur utang itu tanpa persetujuan dari DPR," ujarnya.

Misbakhun mengaku, sebelumnya pernah bertemu dengan perwakilan IMF di Jakarta. Pihak IMF selain menawarkan skema pinjaman juga memberikan hibah sebesar Rp2 miliar.

"Mereka menyatakan secara personal akan memberikan Rp 2 miliar untuk membantu korban di Lombok dan di Palu," pungaksnya. [nes]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya