Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat di Dalam Al-Qur'an (46)

Zainab

SABTU, 13 OKTOBER 2018 | 10:54 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SALAH seorang perem­puan yang disinggung di dalam Al-Qur’an ialah Zain­ab binti Jahsy. Ia dikenal se­bagai perempuan cerdas, cantik, dan berani menge­mukakan pikiran dan ga­gasan. Ia dikenal sebagai agen perubahan sosial bu­daya masyarakat Arab Jahiliyah. Zainab ada­lah salah seorang bangsawan suku Quraisy, suku paling besar dan paling disegani di se­luruh suku dan kabilah di jazirah Arab. Suku Quraisy dijadikan salah satu surah di dalam Al-Qur'an (Q.S. Quraisy/106). Zainab bu­kan hanya sebagai bangsawan suku Quraisy tetapi juga seorang aktivis dan pengusaha. Hal ini diketahui melalui beberapa riwayat me­nyebutkannya sebagai seorang perempuan aktif dan sangat dermawan. Ia juga dekenal sebagai perempuan cantik. Ia dikenal seba­gai janda muda yang tidak dikarunia anak. Ia menikah di zaman jahiliah tetapi suami dan perceraiannya tidak banyak diungkap. Zainab adalah sepupu Nabi karena ibunya bersau­dara dengan ibu Nabi.

Zainab menjadi semakin popular ketika Nabi memintanya kawin dengan Zaid ibn Haritsah, seorang budak yang dimerdekakan Nabi kemudian dijadikannya sebagai anak angkat. Semula Zainab menolak permintaan Nabi dengan alasan menyalahi adat, khusus­nya tradisi suku Quraisy. Perempuan Qurai­sy tidak pernah kedengaran kawin dengan seorang laki-laki non bangsawan, apalagi bekas budak, ditambah lagi Zainab sebagai seorang aktivis. Namun Zainab sangat res­pek dan mendukung perjuangan Nabi. Ia rela meninggalkan segalanya di Makkah dan ikut hijrah ke Madinah bersama Nabi. Zainab ber­tanya kepada Nabi, apakah engkau sebagai pribadi (sepupu) atau sebagai Nabi memerin­tahkan aku kawin dengan Zaid. Bukan Nabi yang menjawab tetapi ayat yang turun untuk menjawab pertanyaan Zainab. Ayat tersebut ialah: Dan tidaklah patut laki-laki yang muk­min dan tidak (pula) perempuan yang muk­min memiliki pilihan (yang lain) tentang uru­san mereka apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Dan barangsia­pa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nya­ta. (Q.S. al-Ahdzab/33:36). Setelah menden­gar ayat ini, Zainab tunduk terhadap permint­aan Nabi, akhirnya ia kawin dengan Zaid ibn Hamzah.

Perkawinan ini cukup heboh karena se­orang Zainab, perempuan bangsawan Qurai­sy yang berkecukupan kawin dengan seorang mantan budak, walaupun menjadi anak ang­kat Nabi. Perkawinan ini sekaligus merombak tradisi bahwa meskipun seorang mantan bu­dak (kasta paling rendah) memiliki hak dan dapat mengawini orang yang ada di "kasta paling tinggi" (Quraisy). Inilah pesan yang dis­ampaikan melalui peristiwa perkawinan Zaid ibn Hamzah dan Zainab Ibn Jahsy.


Perkawinan adalah human relation yang sangat manusiawi. Boleh jadi rumah tangga seseorang berhasil dan boleh jadi juga ga­gal. Rumah tangga sepasang anak manusia ini tidak bertahan lama, meskipun keduanya sudah mencoba mempertahankannya namun gagal. Zaid sang mantan budak seperti kurang percaya diri mendampingi Zainab sang bang­sawan Quraisy. Akhirnya Zaid mengadukan halnya kepada Nabi dan di lain kesempatan Zainab pun melakukan hal yang sama kepa­da Nabi. Nabi pun realistis memberikan saran terhadap problem yang dihadapi pasangan ini. Di sinilah manusiawinya Nabi Muhammad Saw. Nabi berusaha mendamaikan keduan­ya dengan menasehatinya: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah". Na­mun kondisinya sudah sulit diperbaiki. Nabi sebagai ayah angkat Zaid dan sebagai kakak sepupu Zainab, ditambah kapasitas Nabi se­bagai Nabi dan Rasul, tetapi Nabi tidak me­maksakan kehendaknya kepada pasangan yang bermasalah ini. Sesungguhnya bisa me­maksa untuk tetap mempertahankan rumah tangga itu, tetapi untuk apa mempertahankan sebuah rumah tangga yang sudah retak. Akh­irnya Nabi mendukung perceraian keduanya. Zainab patut dikenang sebagai salah seorang perempuan yang menjadi faktor perubahan sosial di masyarakat bangsa Arab pada za­mannya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya