Berita

HM Prasetyo di ST Petersberg/Puspen Kejaksaan Agung

Dunia

RI-Rusia Buka Peluang Pertukaran Jaksa

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 | 07:14 WIB | LAPORAN:

Kepala Kejaksaan Saint Petersberg, Moskow, Litvinenko Sergey Ivanovich turut berduka atas bencana gempa bumi dan tsunami yang menewaskan ribuan jiwa di Indonesia.

Hal itu disampaikan Litvinenko Sergey Ivanovich ketika menerima kunjungan Jaksa Agung RI, HM Prasetyo dan jajarannya di Moskow, Rusia, Kamis (4/10) lalu.

"Kami menyatakan turut berduka atas bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Sulawesi," tutur Litvinenko Sergey  Ivanovich, dalam siaran pers, yang disampaikan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kapuspenkum), M Roem, Minggu (6/10).


"Saya meyakini kunjungan Jaksa Agung Prasetyo dapat memastikan terciptanya keamanan dan ketenteraman masyarakat," ujar Ivanovich melanjutkan sambutannya.

Dalam pertemuan bilateral antara Kejaksaan RI dan Kejaksaan Saint Petersburg itu, Ivanovich berpandangan, dengan begitu luasnya tugas dan wewenang kejaksaan tidak hanya untuk memastikan agar ditaatinya hukum dan perundangan-undangan, melainkan yang tidak kalah pentingya lagi adalah mampu melindungi masyarakat dari kejahatan.

Dengan demikian, dia berharap, semuanya berjalan secara teratur, sehingga warga masyarakat dapat melakukan transaksi ekonomi maupun berbagai aktivitas lainnya.

Terlebih lagi, menurut dia, dengan kondisi geogerafis Saint Petersburg sebagai pintu gerbang masuknya barang-barang terutama dari negara-negara Eropa Timur, maka kerjasama hukum antara Kejaksaan kedua negara memiliki arti penting dan strategis.

Prasetyo pun sependapat perlunya memperluas kerjasama dan koordinasi satu sama lain. Kerjasama itu mesti saling menguntungkan, adil dan berimbang, termasuk dengan membuka kemungkinan pertukaran jaksa dan praktik terbaik (best practice) penegakan hukum antara kedua negara.

"Rasanya kita semua sepakat menetapkan darurat narkoba, mengingat betapa begitu berbahayanya kejahatan narkoba yang tidak hanya memakan korban jiwa, tapi juga dapat membunuh keberlangsungan generasi penerus harapan bangsa,” kata Prasetyo.

Lebih lanjut, Prasetyo juga mengingatkan adanya perubahan paradigma ISIS, seiring dengan kalahnya kelompok ekstrimis tersebut di Syuriah. Hal ini tidak menutup kemungkinan akan membuat kerusuhan dan kekacauan di berbagai tempat, termasuk di Saint Petersburg dan Indonesia. Karena itulah harus diwaspadai dan diantisipasi secara bersama-sama.

Dalam pertemuan tersebut, Prasetyo juga memaparkan berbagai langkah kebijakan dan inovasi dalam penegakan hukum yang tidak semata-mata tertuju pada aspek represif penindakan, melainkan juga melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap pelaksanaan pembangunan, sehingga hasil-hasilnya akan segera dinikmati oleh masyakat.

"Apa yang kami lakukan, telah mendapatkan dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, antara lain dengan berhasil mengawal pembangunan venue-venue olah raga, sehingga kami dapat sukses menyelenggarakan Asian Games 2018,”  kata Prasetyo.

Pertemuan bilateral yang penuh suasana keakraban, kehangatan dan persaudaran itu, diakhiri dengan foto bersama dan saling menukar cinderamata yang menjadi ciri khas masing-masing negara.

"Kami sekitar 16 jam terbang dari Indonesia, memang agak sedikit lelah, namun merasa terobati dengan begitu hangatnya penerimaan dan penyambutan dari jajaran Kejaksaan Saint Petersburg ini," tukas Prasetyo yang diikuti tepuk tangan Ivanovich.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya