Berita

Politik

Manuver Muhammad Rafik Ke Ma'ruf Amin Tak Berhubungan Dengan IPPMI

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 | 00:20 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) tidak berbasis politik. IPPMI tidak mendukung apalagi menjadi bagian atau bergabung dengan salah satu partai politik (parpol).

Begitu ditegaskan salah satu pendiri IPPMI, Brata Santoso Budiar, kepada wartawan, Sabtu (6/10). Penegasan itu disampaikan Brata terkait beredarnya potongan video Ketua IPPMI Muhammad Rafik yang meminta maaf secara langsung di hadapan cawapres Ma'ruf Amin.
Dalam video berdurasi 1 menit 37 detik itu Rafik minta maaf atas pernyataan mengatasnamakan Minang yang menyerang Ma'ruf terkait gagasan Islam Nusantara. Rafik justru menyampaikan dirinya setuju dengan pandangan Islam Nusantara. Ia menyebut Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai sesuai dengan kearifan lokal.

"Pernyataan dan permintaan maaf Muhammad Raffik bukan mewakili IPPMI," tegas Brata.

"Pernyataan dan permintaan maaf Muhammad Raffik bukan mewakili IPPMI," tegas Brata.

Atas kejadian tersebut, lanjut Brata, IPPMI secara tegas menyatakan bahwa awal dibentuknya IPPMI pada 7 Juli 2007 bertujuan untuk membangun silahturahmi pemuda pemudi di Minang dan memperjuangkan anak-anak Minang yang ada di Sumatera Barat serta yang ada di rantau.

"Kami menyatakan akan memperbaiki kredibilitas IPPMI kedepannya. IPPMI tetap bersikap netral, menolak keras untuk dilibatkan kedalam politik dan tidak mendukung parpol manapun," ujar Brata.

Brata mengimbau Muhammad Rafik tidak lagi menggunakan atribut atau kegiatan pribadi dengan organisasi IPPMI.

"Kami minta semua pengurus dapat menjaga marwah dan aturan AD/ART IPPMI," pesannya.

Brata tidak melarang jika ada pengurus IPPMI terjun ke dunia politik. Tetapi ia meminta tidak menggunakan IPPMI sebagai alat politik.

"Kita ingin IPPMI tetap pada marwahnya, jangan dijadikan kendaraan politik," ujar Brata didampingi pendiri IPPMI lainnya Ronaldi dan Hendrit Shadat, serta sejumlah pengurus IPPMI.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya