Berita

Ratna Sarumpaet (tengah)/Net

Politik

Jika Dianiaya Luar Biasa Dan Diancam, Maka Kamu Akan?

RABU, 03 OKTOBER 2018 | 08:49 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Dugaan penganiayaan yang menimpa aktivis dan seniman Ratna Sarumpaet membuat simpati sejumlah kalangan.  

Peristiwa dugaan penganiayaan ini disebutkan terjadi pada 21 September 2018 di sekitar Bandara Husein Sastranegara.

POM TNI AU, yang bergerak melakukan penyisiran, menyatakan tidak ada kejadian penganiayaan pada tanggal tersebut di area bandara.


Tidak sedikit kalangan aktivis dan politisi yang memberikan semangat kepada Ratna agar mau membuka kasus penganiayaan yang dialaminya itu.

Kontradiksi tampak ditunjukkan oleh beberapa politisi partai pendukung Jokowi, bukannya bersimpati, justru menyayangkan lambannya aktivis senior, Ratna Sarumpaet, melaporkan kasus penganiayaan terhadap dirinya ke kepolisian. Hal itu disampaikan politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari.

Akibatnya, beberapa warganet menyindir pernyataan sejumlah politisi partai pendukung Jokowi atas kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet ini.

Adamsyah Wahab, di akun twitternya @DonAdam08 membuat kicauan dengan pertanyaan ihwal dugaan kejadian yang menimpa Ratna Sarumpaet.

"Jika suatu hari kamu dianiaya luar biasa dan luka parah, lalu kamu diancam, jika buka mulut maka keluargamu akan dianiaya lebih dari yang kamu terima. maka kamu akan?" tulis Adam dalam twittnya.

Di bawah pertanyaan tersebut Adam memberikan sejumlah jawaban untuk dipilih warganet; pertama, Ke RS lalu lapor polisi; kedua, lapor polisi lalu ke RS; ketiga, trauma, ke RS pun takut; keempat, phone a friend. Help me.

Hingga berita ini diunggah beragam komentar dan jawaban tertulis di kolom akun twitter @DonAdam08. [jto]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya