Berita

Politik

Videotron Jokowi Dilaporkan Melanggar, Salah Satunya Di Depan Kantor Bawaslu

SELASA, 02 OKTOBER 2018 | 20:47 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Tim Advokasi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PAS) melaporkan sejumlah videotron yang menampilkan iklan pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin ke Bawaslu RI.

Kordinator Tim Advokasi PAS, Sahroni, mengatakan ada 15 titik videotron yang dilaporkan karena menyisipkan iklan visi-misi dan slogan capres-cawapres nomor 01.

"Salah satu videotron yang kami laporkan tepat berada di depan gedung kantor Bawaslu RI," ujar Sahroni kepada wartawan di ruang media center Bawaslu RI, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).


Sahroni menjelaskan, ada tiga videotron yang berada di sepanjang Jalan M.H Thamrin. Selain itu berada di seputaran Tugu Tani, Menteng Huis, Slipi, dan Taman Anggrek.

"Videotron tersebut tayang permanen secara statis, secara timer, ditayangkan di malam hari. Di beberapa tempat di timer di jam tertentu. Ada 15 titik di Jakarta," katanya.

Sahroni pun mempertanyakan kinerja Bawaslu apakah sengaja membiarkan videotron tersebut atau menunggu laporan masyarakat.

Menurut Sahroni, pihaknya bagian dari masyarakat yang menginginkan kampanye yang berwibawa tanpa adanya kecurangan.

"Kami menyuarakan agar petugas penyelenggara pemilu jangan melakukan pembiaran. Inipun kami bertanya apakah laporan akan ditindaklanjuti," tegas Sahroni.

Dia berharap, setelah adanya laporan ke Bawaslu RI, videotron tersebut tidak lagi tayang dan dilakukan pencopotan.

"Ini sangat mencolok, bahwa kemampuan kesewenangan juga ada. Kemudian kalau belum ada respons dari Bawaslu RI, kami akan tingkatkan kepada DKPP," pungkas Sahroni.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya