Berita

Amirullah Hidayat/Net

Publika

Gempa Palu Dan Rusaknya Moral Bangsa

SELASA, 02 OKTOBER 2018 | 09:30 WIB

KITA sangat terkejut pernyataan Presiden Joko Widodo meminta agar tidak mempermasalahkan sejumlah warga korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang menjarah makanan.

Tidak lama pernyataan yang sama keluar dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang memperbolehkan korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, untuk mengambil bahan makanan di toko-toko ritel.

Bahkan pernyataan itu dikuatkan oleh Kapolri Tito Karnavian dan Menko Pulhukam Wiranto.


Memang kita sadar bahwa musibah gempa dan tsunami yang terjadi ini, sangat menyedihkan dan menjadi duka seluruh rakyat Indonesia. Semoga saudara kita yang tertimpah bencana ini tabah, dan yakinlah semua rakyat di seluruh Indonesia akan membantu, sebab kita adalah bersaudara.

Tetapi apakah dengan terjadinya musibah ini, dibenarkan dilakukanya tindakan penjarahan. Ini bukan bicara pembayaran barang yang dijarah, tetapi ini bicara masa depan moral bangsa yang rusak akibat kebijakan pemerintahan Jokowi.

Apalagi perlu diingat bahwa negeri kita wilayah rawan bencana, ke depan bila setiap terjadi bencana, jangan salahkan rakyat jika akan banyak penjarahan, sebab tindakan itu telah dibenarkan oleh pemerintah. Yang menjadi pertanyaan, apakah dasar dan alasan Presiden Jokowi membolehkan penjarahan?

Analisis penulis, kebijakan penjarahan ini dibolehkan hanya untuk menutupi ketidakmampuan pemerintahan Jokowi dalam melayani rakyatnya yaitu memenuhi makan korban bencana, karena penyedian makanan saat musibah adalah tanggung jawab dan tugas pemerintah sesuai UU.

Atau jangan-jangan kebijakan pembolehan penjarahan oleh pemerintahan saat ini akan digunakan untuk pencitraan, supaya dibilang Jokowi peduli rakyat kecil. Kalau ini benar, sungguh menangis hati ini di tengah rakyat menderita malah dijadikan pencitraan.

Kita memohon semoga Allah SWT menyelamatkan dan melindungi negeri ini dari kebobrokan moral rakyatnya di masa depan. [***]

Amirullah Hidayat
Koordinator Komunitas Relawan Sadar Indonesia (KORSA)

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya