Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Uni Eropa Akan Kucurkan Rp 25,5 Miliar Bantu Korban Gempa

SENIN, 01 OKTOBER 2018 | 14:43 WIB | LAPORAN:

Uni Eropa akan mengucurkan bantuan sebesar Euro 1,5 juta atau sekitar Rp 25,5 miliar untuk penanganan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Melansir BBC, Senin (1/10), Wakil Presiden Uni Eropa Federica Mogherini dan Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Krisis Manajemen Uni Eropa Christos Stylianides mengatakan, pihaknya telah menawarkan dukungan penuh untuk penanganan bencana tersebut.

"Uni Eropa bersama rakyat dan otoritas Indonesia pada masa yang sulit ini. Dan kami telah menawarkan dukungan penuh," tulis keterangan Uni Eropa.


"Pikiran kami untuk para korban dan semua yang terdampak serta untuk orang-orang yang bekerja keras untuk menyelamatkan nyawa-nyawa di bawah kondisi yang sangat sulit. Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang telah kehilangan orang-orang yang dicintai," jelasnya.

Sebelumnya, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan terkait bantuan internasional.

"Saya baru saja japri dengan Bu Menlu di New York. Beliau mengatakan bahwa Presiden telah menyatakan menerima bantuan internasional sesuai kebutuhan kita. Artinya kita "welcome" dengan tawaran internadional. Nanti akan dikoordinir Menkopolhukam," ujarnya dalam akun Twitter.

Mekanisme dan prosedur sedang disiapkan BNPB dan Kemenlu sesuai dengan peraturan yang ada.

"Declare bantuan internasional itu tidak harus status bencana nasional. Presiden tidak mendeclare status bencana nasional. Jadi gempa dan stunami di Sulteng bukan bencana nasional," lanjut Sutupo. [wah] 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya