Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Dana IMF Annual Meeting Triliunan, Demokrat: Ironis, Event Semahal Itu Saat Bangsa Berduka

SENIN, 01 OKTOBER 2018 | 09:37 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Duka menyelimuti Kita. Indonesia. Bencana gempa bumi disertai tsunami menerjang Sulawesi Tengah.

Sayangnya, empati pemerintah tampak belum signifikan, terbukti lebih senang menggelontorkan dana triliunan rupiah pada event internasional IMF World Bank di Nusa Dua Bali. Gelaran itu bakal dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 14 Oktober 2018

Untuk acara yang hanya 3 hari tersebut akan menguras biaya sekitar 1 Triliun. Adapun rincian biaya terbesar adalah akomodasi yang mencapai Rp569,9 miliar; diikuti makanan dan minuman sebesar Rp190,5 miliar; transportasi sejumlah Rp36,1 miliar; hiburan sebesar Rp57 miliar; dan suvenir senilai Rp90,2 miliar.


"Sungguh fantastis rasanya biaya hiburan, akomodasi, makan minum dan lain-lain harus semahal itu. Pertanyaannya apakah kita harus mengeluarkan biaya sebesar dan sebanyak itu? Hemat saya ini terlalu mewah dan terlalu wah biaya tersebut, untuk sekelas konferensi di negara berkembang seperti Indonesia," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (1/10).

Didi menegaskan, alangkah baiknya jika penyelenggara bisa meninjau dan menghitung kembali besarnya biaya tersebut.

"Saya meyakini kalau dihitung lagi dengan baik, masih banyak bisa dilakukan penghematan-penghematan. Pos-pos anggaran yang tidak penting apalagi mubazir saya yakini bisa dikurangi," tambah Didi.

Ironisnya, sambung Didi, event yang mahal ini akan berlangsung saat bangsa di saat bangsa ini menghadapi bencana besar yang baru saja secara beruntun terjadi gempa Lombok hingga gempa disertai tsunami Sulawesi Tengah.

"Korban pada kedua bencana tersebut ribuan orang baik meninggal dan mengalami luka-luka serius, puluhan ribu lainnya harus kehilangan tempat tinggal. Dan kerugian ditaksir triliunan rupiah. Bukankah kita harus peka dan berempati pada situasi yang ada?" tambah Didi.

Maka, lanjut Didi, alangkah mulianya andai negara bisa mengalihkan sebagian dana ini untuk menolong korban tsunami dan gempa Sulawesi Tengah dan gempa Lombok.

"Dana yang sungguh-sungguh akan sangat bermanfaat bagi ribuan orang yang telah kehilangan segala-galanya, kehilangan anggota keluarga tercinta dan rumah tempat mereka berteduh," sergah Didi.

Didi menegaskan, jikalau pemerintah bersedia melakukan penghematan, diyakininya bahwa pihak-pihak asing yang akan diundang bisa mengerti dan memahami situasi yang ada.

"Katakanlah andai tidak ada bencana alam pun, even dengan anggaran sebesar 1 triliun rupiah itu tampaknya juga kurang tepat, sebab saat ini rakyat masih menghadapi persoalan ekonomi yang tidak kalah pelik, seperti daya beli yang menurun, peningkatan jumlah pengangguran, BBM mahal, listrik mahal, gas mahal dan sederet persoalan pelik lainnya terkait kesejahteraan," demikian Didi. [jto]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya