Berita

Foto/Net

X-Files

Zumi Zola Bisa Raup 60 M Setahun Dari Proyek PUPR

Kesaksian Orang Kepercayaan di Persidangan
JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Asrul Pandapotan Sihotang, orang kepercayaan Zumi Zola buka-bukaan soal fulus yang masuk kantong Gubernur Jambi itu dan keluarganya.

Kata dia, Zumi bisa mengeruk duit hingga puluhan miliar da­lam setahun dari proyek-proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Sekitar Rp 60 miliar, itu dari Dinas PUPR saja," kata Asrul memberikan kesaksian di sidang korupsi Zumi Zola di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.


Asrul tahu jumlah itu karena pernah meminta Kepala Dinas PUPR mendata rekanan-rekanan yang bakal memberikan uang kepada Zumi.

Karib Zumi sewaktu kuliah di London Inggris itu, tahu pembe­rian uang miliaran rupiah dari Dinas PUPR untuk keperluan gubernur dan keluarganya.

Ketika ditanya jaksa KPK, Asrul mengamini ada penerimaan Rp 11 miliar dari Dodi Irawan, mantan Kepala Dinas PUPR. "Untuk kebutuhan keluarga Pak Gubernur," jawab Asrul.

"Saya kurang tahu keperluannya apa. Kalau enggak salah untuk ibu Pak Gubernur. Yang terima adiknya, Zumi Laza," lanjut Asrul.

Asrul pernah menyerahkan uang tunai maupun transfer untuk keperluan keluarga Zumi.

"Waktu itu saya serahkan ke Mas Adi, dia kepercayaan orang tua terdakwa, Bu Hermina. Ada permintaan uang untuk kebutu­han keluarga 100 atau 200 (juta). Jumlahnya sesuai apa yang diminta terdakwa," bebernya.

Ia juga pernah menyerahkan uang tunai Rp 20 juta kepada Sheria Tania, istri Zumi. Kemudian, tiga kali mentransfer uang ke Sherin.

Asrul tak hanya meng-handle urusan fulus untuk kepentingan keluarga Zumi. Ia pun menangani urusan sumbangan hingga perjalanan pelesir karibnya itu.

Zumi pernah menyuruh Asrul menyediakan 25 sapi untuk disumbangkan pada hari raya Idul Adha 2017. Asrul mengon­tak Amidy, Kepala Perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi di Jakarta, agar menyediakan dana pembelian sapi.

Amidy lalu menghubungi Paut Sakarin. Kontraktor di Jambi itu memberikan uang Rp 390 juta. Asrul menyerahkan pembayaran pembelian sapi kepada Dedi.

Saat Zumi dan istrinya ingin pelesir, Asrul pula yang disuruh menyediakan uang sakunya. "Zumi Zola sampaikan (akan) ke Amerika bersama istri. Kebutuhan 1 orang kira-kira berapa? Masing-masing untuk (syarat) imigrasi 10 ribu dolar Amerika," tutur Asrul.

Zumi meminta tambahan dana lagi untuk beli oleh-oleh. "Asrul siapin juga buat beliin oleh-oleh para bupati walikota," Asrul menirukan perintah Zumi. Untuk beli oleh-oleh, perlu dana 10 ribu dolar lagi.

Lagi-lagi, Asrul meminta to­long Amidy untuk mencarikan dananya. Amidy mengontak Arfan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR. Arfan me­nyerahkan 30 ribu dolar. Uang itu berasal dari kontraktor Joe Fandy Yoesman alias Asiang.

Zumi mengaku hanya menerima 20 ribu dolar dari Asrul. "Bukan yang tadi disebut 30 ribu dolar," sanggahnya.

Asrul dan Amidy juga yang mengurusi pembelian Toyota Alphard untuk Zumi. Awalnya, Zumi yang menjabat Ketua DPW PAN Jambi hendak meng­hadiri kegiatan partainya di Bandung.

Namun ia tak punya kendaraan yang bisa menampung seluruh keluarganya. Asrul tak bisa meminjamkan mobilnya karena sedang dipakai keluarga. Begitu pula Asiang yang dikontak Amidy. Akhirnya, Arfan mencarikan mobil rental untuk Zumi. Urusan beres.

Belakangan, Asiang menawarkan mobil baru untuk Zumi. Asrul mengumpulkan brosur mobil. "Saya tunjukkan brosur, yang dipilih gubernur Alphard seri tertinggi warna hitam, (har­ganya) sekitar Rp 1,5 miliar," katanya. Mobil mewah itu dibeli di Bandung. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya