Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat Di Dalam Al-Qur'an (31)

Menyingkap Misteri Maryam (1)

JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 | 08:18 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

MISTERI Maryam dalam literatur Islam belum banyak diungkap. Akan tetapi da­lam perspektif agama Ya­hudi dan Nasrani ditemukan sejumlah informasi. Dalam kitab-kitab Tafsir pun juga jarang menyingkap lebih jauh siapa sesungguhnya Maryam. Padahal, di dalam Al-Qur’an, Maryam dijadikan sebagai sebuah nama surah dengan 98 ayat. Maryam lebih banyak dijelaskan se­bagai ibu Nabi Isa As yang lahir tanpa bapak. Peristiwa hamilnya Maryam tanpa pernah dis­etuh laki-laki cenderung diselesaikan dengan menyerahkan kepada kemahakuasaan Allah Swt, padahal ada sejumlah ayat menyatakan proses dan peran malaikat Jibril, seperti:

"Maka ia mengadakan tabir (yang melind­unginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hada­pannya (dalam bentuk) manusia yang sem­purna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang ber­takwa. Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". (Q.S. Maryam/17-19).

Dalam tulisan ini tidak akan dikaji sudut pan­dang biologis Maryam dengan proses dan per­an Jibril yang kemudian melahirkan Nabi Isa, akan tetapi tulisan ini akan mengkaji sudut pandang esoterik kehadiran Maryam yang ke­mudian melahirkan Nabi Isa As.


Dalam pandangan esoteris, Maryam meru­pakan simbol orisinalitas kesucian (the original holiness) kebalikannya Hawa merupakan sim­bol orisinalitas dosa (the original sin). Mary­am dan Hawa simbol dari sepasang karakter feminin. Hawa menjadi simbol kejatuhan anak manusia ke bumi kehinaan dan Maryam men­jadi simbol kenaikan anak manusia ke langit kesucian. Karena Hawa menggoda suamin­ya, Adam, maka anak manusia jatuh ke lem­bah kehinaan dan karena sang perawan suci Maryam melahirkan Nabi Isa maka manusia diangkat kembali ke langit, kampung halaman pertama manusia.

Di dalam tradisi Talmud Babilonia, semacam kitab tafsir Taurat (Perjanjian Lama), Hawa din­yatakan sebagai penyebab dari segala sumber kehinaan dan malapetaka kemanusiaan seba­gaimana dinyatakan dalam Kitab Eruvin pasal 100b. Akibat kekeliruan dilakukan Hawa/Maria maka kaum perempuan dinyatakan menang­gung 10 macam kutukan, yaitu:

Perempuan mengalami siklus menstruasi, yang sebelumnya Hawa tidak pernah menga­laminya di surga.

Perempuan yang pertama kali melakukan persetubuhan mengalami rasa sakit.

Perempuan mengalami penderitaan dalam mengasuh dan memelihara anak-anaknya. Anak-anak membutuhkan perawatan, pakaian, kebersihan, dan pengasuhan sampai dewasa. Ibu merasa risih manakala pertumbuhan anak-anaknya tidak seperti yang diharapkan

Perempuan merasa malu terhadap tubuh­nya sendiri.

Perempuan merasa tidak leluasa bergerak ketika kandungannya berumur tua.

Perempuan merasa sakit pada waktu mela­hirkan.

Perempuan tidak boleh mengawini lebih dari satu laki-laki.

Perempuan masih ingin merasakan hubun­gan seks lebih lama sementara suaminya su­dah tidak kuat lagi.

Perempuan sangat berhasrat melakukan hubungan seks terhadap suaminya, tetapi amat berat menyampaikan hasrat itu kepa­danya.

Perempuan lebih suka tinggal di rumah.

Bandingkan juga dengan Kitab Kejadian/3:15 yang sering dianggap sebagai the protoevan­gelium:

"Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu (benihmu) dan keturunannya (benihnya); keturunannya (benihnya) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya