Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat Di Dalam Al-Qur'an (29)

Mengenal Shafura, Istri Nabi Musa

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 | 08:44 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

NABI Musa sosok pemuda yang amat popular pada masanya. Ia yang dikenal cerdas dan pemberani. Ia bersama adiknya Nabi Har­un berani menantang untuk berdebat Fir'aun. Raja yang dikjaya ini pun agak segan dengannya dengan penuh pengendalian diri, sebagaimana dilihat kisah Nabi Musa dalam surah Thaha (19). Nabi Musa tidak dikenal seperti pemuda sebayanya yang sering tertarik dan tersedot energinya terhadap lawan jenisnya.

Berawal ketika Nabi Musa diundang oleh se­orang tokoh melalui anak perempuan sulung­nya bernama Shafura. Sang tokoh masyarakat itu rupanya juga seorang yang arif dan terke­nal di negeri Madyan. Kalangan ulama Tafsir menyebutnya Nabi Syu'aib tetapi yang lain­nya meragukan karena jarak waktu antara Nabi Musa dengan Nabi Syu'aib agak berjau­han sehingga diperhitungkan tidak semasa (mu’asharah). Sejumlah ulama tafsir menye­butnya dengan Syekh Madyan, karena dialah tokoh yang dituakan di daerah Madyan, Alla­hu a'lam. Nabi Muasa diundang ternyata ber­hubungan dengan usahanya sebagai peternak yang membutuhkan tenaga kerja.

Saat Nabi Musa menghadap ke sang tokoh, ia mengenalkan lebih dalam tentang anak su­lungnya yang mengusulkan perlunya ada tena­ga khusus yang membantu ayahnya mengelola usahanya. Shafura menyatakan kepada ayah­nya sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur'an: "Wahai bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguh­nya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". (Q.S. al-Qashash/28:26). Pernyataan putrinya juga dapat dikategorikan sebagai pernyataan yang keluar dari seorang profesional, karena ia tidak menonjolkan ketam­panan dan latar belakang keturunannya tetapi mengedepankan potensi dan kualitas. Kata al-qawiyy al-amin dalam bahasa manajmen mod­ern bisa dipadankan dengan kata "tangguh, profesional, dan meyakinkan", sebuah kriteria yang amat diproriataskan di dalam merekrut karyawan.


Mendengarkan jaminan dari putrinya, maka sang ayah menerima Nabi Musa untuk bekerja di dalam keluarga Syekh Madyan ini. Selama delapan tahun bekerja, Nabi Musa dinilai se­bagai anak yang baik dan benar penilaian pu­trinya yang menyebut Nabi Musa sebagai pe­muda yang memiliki potensi al-qawiyy al-amin. Setelah sekian lama Nabi Musa bekerja den­gan baik di lingkungan keluarganya, akhirnya pada saatnya sang ayah memanggil Nabi Musa menyatakan niatnya untuk mengawinkan salah seorang di antara kedua putrinya. Tidak ditentu­kan, apakah putri sulung atau putri bungsu.

Dialog antara Nabi Musa dengan calon mer­tuanya diabadikan dalam Al-Qur'an: "Berkata­lah dia (Syuaib): "Sesungguhnya aku bermak­sud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik. Dia (Musa) berkata: "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucap­kan". (Q.S. al-Qashash/28:27-28).

Akhirnya, Nabi Musa berhasil mempersunt­ing Shafura. Keduanya hidup bahagia karena ternyata memang keduanya memiliki akhlak yang terpuji. Keduanya tidak pernah melaku­kan sesuatu yang dapat dikatakan melampaui batas. Bahkan keduanya sangat membata­si perjumpaan antara keduanya demi untuk menghindari fitnah. Pengalaman Nabi Musa dan Shafura patut untuk dicontoh oleh siapapun yang akan merintis rumah tangga mawaddah, rahmah, dan sakinah. Pasangan ini melahirkan keturunan yang salah satu anak keturunannya ialah Nabi Isa yang juga menerima wahyu dan membawa agama Nasrani.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya