Berita

Menlu Retno/Net

Dunia

Tiga Faktor Penting Ubah Krisis Rohingya Jadi Lebih Baik

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 | 07:26 WIB | LAPORAN:

Krisis kemanusian terhadap etnis rohingya di Rakhine, Myanmar menjadi topik perbincangan menteri-menteri luar negeri dunia yang hadir dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB ke-73 di New York, Amerika Serikat, Selasa (25/9).

Di sela acara itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi turut menghadiri acara “Working Lunch on Rohingya Crisis” yang digelar oleh Inggris dan Perancis.

Dalam pertemuan itu, dia menekankan tentang tiga faktor penting yang bisa mengubah situasi Rakhine menjadi lebih baik.


“Pertama, menciptakan lingkungan kondusif dan dapat diterima, termasuk jaminan keamanan,” jelasnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima, Rabu (26/9).

Sementara faktor kedua adalah memajukan proses repatriasi dan jaminan tidak ada situasi kembali seperti awal. Dalam hal ini, konsultasi dengan masyarakat internasional dapat terus dilakukan baik untuk keberhasilan proses repatriasi.

“Sedangkan yang ketiga adalah penciptaan kehidupan inklusif, termasuk dukungan bagi pembangunan ekonomi,” tukasnya.

Lebih dari 15 pejabat setingkat menteri hadir dalam pertemuan ini. Pertemuan dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dan Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Minister for the Office of the State Counsellor of Myanmar dan Minister of International Cooperation Myanmar, Menteri Luar Negeri Australia, Jepang, Turki, Singapura, Malaysia, Wakil Tetap AS untuk PBB, serta Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi dan Kepala UNDP. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya