Berita

Dunia

Polemik Teluk Arab Masih Sulit Dapatkan Jalan Keluar

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 | 02:58 WIB | LAPORAN:

. Solusi konflik enam negara teluk Arab hingga saat ini masih belum menemukan jalan keluar. Pasca revolusi 2007, negara-negara teluk termasuk Arab Saudi dan Qatar memiliki stagmentasi sehingga persahabatan mereka luntur.

Demikian disampaikan mantan peneliti senior TRT World Research Centre, Jamal Abdullah di kampus Pascasarjana Universitas Islam Negri (UIN) Jakarta, Senin (24/9).

Jamal menuturkan, revolusi tersebut diantaranya menginginkan perubahan dalam sistem antidiktatosif, diktatosif dapat diartikan sebagai jabatan presiden selama hingga akhir hayatnya, atau disebut antimonarki.


"Bahwa kebijakan-kebijakan asing atau internasional dari negara-negara teluk dan krisis-krisis politik terutama di Syiria dan Yaman sangat dipengaruhi oleh revolusi yang terjadi di Timur Tengah terutama yang terjadi di negara-negara teluk," tutur pengajar di Universitas Oxford itu.

Kondisi yang tidak harmonis antara Arab Saudi dan Qatar semakin terlihat dengan Arab Saudi yang mengisyaratkan untuk memperlanjut penggalian kanal menjadi semenanjung Qatar sehingga menjadi pulau terpisah dari daratan Arab.

Jamal menambahkan, untuk meredakan situasi, Qatar kini mencoba menjadi penengah. Misalnya Yaman dan Arab Saudi diundang untuk memecahkan masalah di luar kekerasan dan peperangan.

Namun kata dia solusi tersebut sangat tidak efektif sebab Arab Saudi telah mendeklarasikan perang di Yaman melalui Washington DC Amerika Serikat.

"Jadi agak sulit tapi Qatar mencoba untuk state back tidak terlalu mengemukakan perbedaannya dengan Saudi, supaya cair, hal itukan sulit," demikian Jamal. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya