Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Garda Nawacita Tagih Janji Jokowi Wujudkan Poros Maritim

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018 | 22:24 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tidak ada satu pun program atau bentuk sosialisasi pemerintah terhadap peringatan Hari Maritim Nasional.

Padahal penertapan tanggal 23 September sebagai Hari Maritim Nasional dilandasi peristiwa bersejarah yakni Musyawarah Maritim Nasional di tahun 1963.

Ketua Garda Nawacita Abdullah Kelrey mengutarakan kekecewaannya kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang telah memiliki visi poros maritim dunia.


"Mana komitmen Pak Jokowi termasuk pendukung-pendukungnya itu yang katanya punya visi mewujudkan poros maritim dunia," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/9).

Jokowi yang kini menjadi capres petahana, menurut pandangannya, tidak konsisten dengan janji-janji yang didengungkan pada Pilpres 2014 lalu.

"Yang paling kelihatan saja, sekarang Hari Maritim Nasional kok tidak ada peringatannya atau memang Jokowi tidak tahu," kata Kelrey.

Jika dokumen sejarah yang penting bagi pembangunan maritim dilupakan maka sudah pasti ketika bicara maritim secara keseluruhan hanya menjadi omong kosong.

"Tidak perlu jauh-jauh ke masalah pilar pembangunan maritim yang ada tujuh pilar, sejarah maritim bangsa ini saja tidak paham," jelas Kelrey.

Untuk itu, Garda Nawacita yang pada 2014 mendukung penuh Jokowi karena visi Nawacita dan poros maritim dunia kini trauma jika harus mendukung lagi di Pilpres 2019.

"Kita kapok menelan janji-janji kosong, seperti maritim ini contohnya. Yang katanya mau wujudkan kejayaan bangsa di laut tapi pada kenyataannya rapor-nya justru merah semua di bidang maritim," tegas Kelrey. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya