Berita

Logo Gereja Abbalove/Net

Dahlan Iskan

Gereja Itu Bernama Abbalove

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018 | 05:13 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

JUSTRU di Amerika. Minggu lalu. Saya baru tahu. Di Indonesia ada gereja bernama ini: Abbalove.

Saya tidak menyangka. Akan semeja di restoran Italia. Di Houston, Amerika. Makan malam bersama. Dengan wanita muda. Cantik pula. Elizabeth namanya.

Dia wanita Indonesia. Tinggal di Houston sudah lama. Kelahiran Mamassa. Di pedalaman Sulawesi sana.


Dia pastor. Baru 1,5 tahun terakhir ini. Pastor di Amerika. "Gerejanya apa?" tanya saya.

"✺*@눈_눈," jawabnya.

Dengan suara yang jelas. Saya menelengkan telinga. Merasa tidak mendengar apa-apa.

Belum pernah saya mendengar deretan huruf itu. Belum pernah mendengar ada gereja bernama seperti yang diucapkannya.

Padahal, rasanya, saya begitu banyak punya teman dari gereja. Begitu sering datang ke perayaan Natal mereka.

"Ejaannya gimana?" tanya saya.

"Belum pernah dengar ya?" tanyanya balik.

"Maafkan. Belum pernah," jawab saya.

Wanita itu mengeja. Dua kali. Ternyata bunyinya ini: Abbalove. Dari kata Abba dan Love.

Abba berasal dari bahasa Ibrani. Lebih tepatnya dari bahasa Aramaic. Satu bahasa yang digunakan dalam pergaulan Yesus. Saat kecil. Itu menurut Elizabeth.

Dalam bahasa Arab abba itu menjadi abah. Artinya ayah. Penamaan Abbalove, kata Elizabeth, memang untuk mencerminkan cinta sesosok bapak. Yesus. Pada anaknya sendiri. Bukan sekedar cinta pada orang lain. Kasih tak terbatas. Tak bersyarat.

Gereja ini lahir di Indonesia. Di Jakarta. Yang mendirikan adalah Pastor Eddy Leo. Saat ia masih mahasiswa. Kini, 30 tahun kemudian, baru punya empat gereja. Yang di Jakarta.

Gereja kelimanya justru lahir di Amerika. Di Los Angeles. Pastornya seorang dokter. Juga asal Indonesia: Pastor Philip Adidaja.

Di Indonesia pastor identik dengan pemimpin agama Katolik. Pemimpin gereja Protestan biasa disebut pendeta. Di Amerika sebutannya sama: Pastor.

Tidak hanya Abbalove yang masuk Amerika. Banyak juga gereja asal Indonesia. Yang "ekspor" ke Amerika. Bethany, misalnya. Ada di mana-mana. Saya pernah ke yang di Philadelphia.

Banyak juga pastor kita yang khotbahnya di sana. Yang paling terkenal tentu saja: Stephen Tong. Yang dari Batu, Malang, itu.

Elizabeth dulunya pun sudah Kristen. Di gereja lain. Juga sudah jadi guru sekolah Minggu. Saat tinggal di Balikpapan.

Di kota minyak itu pula Elizabeth ketemu masa depannya. Pemuda bule. Asal Amerika. Dari Texas. Bekerja di perusahaan minyak. Yang sekarang menjadi suaminya. Yang memberinya dua anak. Rumah mertua Elizabeth tidak jauh dari rumahnya di Houston sekarang.

Pastor Abbalove yang dokter Los Angeles itulah. Yang membuat Elizabeth pindah gereja. Menjadi pengikut Abbalove. Bahkan kini jadi pastor andalnya.

Sang dokter-pastor datang ke Houston. Bertemu Elizabeth. Sekian tahun lalu. Atas rekomendasi teman Elizabeth di Kuala Lumpur. Dua hari pastor Philip tinggal di rumah Elizabeth. Itulah awal dia jadi jemaat Abbalove.

Suaminya juga. Kian intensif. Naik jadi pastor. Sang suami mendorongnya. Kini rumah Elizabeth berdwifungsi. Merangkap jadi center Abbalove di Houston. Belum mendirikan gereja. Baru rencana.

Sudah 60 orang yang gabung ke Abbalove. Yang sudah dibaptis 17 orang. Selebihnya sudah dibaptis di gereja asal mereka.

Pembaptisan itu dilakukan di kamar mandi. Di rumah Elizabeth. Yang diubah jadi tempat pembaptisan. Menggunakan bath tub yang ada.

Di Abbalove pembaptisan memang harus menyeluruh. Seluruh badan. Harus basah. Sampai kepala. Harus dimasukkan ke dalam air. Seluruh badan. Elizabeth sendiri yang membaptis.

Setelah didoakan,  yang dibaptis masuk bath tub. Yang sudah diisi air. Penuh. Dengan pakaian komplit. Pakaian biasa. Duduk di dalam bath tub. Tinggal leher dan kepalanya yang masih di atas air.

Lalu tangan kiri Elizabeth memegang bagian belakang kepala sang jemaat. Tangan kanan menjepit hidung sang jemaat. Dengan jarinya. Memasukkan kepala sang jemaat ke dalam air. Sekejap. Selesai.

Keluarga yang dibaptis menyaksikan. Demikian juga jemaat yang lain. Ikut memberi doa. Memberi tepuk tangan. Ketika permandian selesai.

"Di Jakarta permandian dilakukan di kolam renang," ujar Elizabeth.

"Yang dibaptis banyak," katanya.

Hampir tiap hari rumah Elizabeth ramai. Banyak jemaat yang datang. Untuk 101. One on One. Curhat. Dan saling curhat.

Hubungan antar jemaat dibuat akrab. Kekeluargaan. Ada sistem cell. Satu cell enam keluarga. Jemaat dari luar kota dianjurkan bermalam di rumah jemaat Abbalove setempat. Jangan di hotel. Harus dianggap satu keluarga.

Kebaktian tiap Minggu pun tidak disebut kebaktian. Tapi perayaan. Bersenang-senang. Karena Tuhan hadir bersama mereka.

Itu juga yang terjadi di Jakarta. Di gereja lain. Yang lagi hit saat ini. Di kalangan anak muda.  Gereja JPCC. Jakarta Praise Community Church.

Perayaannya di mall. Penuh sesak. Tiga session sehari. Benar-benar seperti perayaan. Musik mendominasi. Dengan lagu-lagu gembira. Meriah. Dengan sound system yang hingar bingar. Lagu keagamaan.

Tuhan hadir bersama mereka. Saya ikut di dalamnya. Dua bulan lalu. Ikut melihat kegembiraan itu.

Orang Indonesia memang sangat beragama. Yang Islam sangat menonjol semangat ibadahnya. Yang Kristen sangat aktif kegiatannya. Yang Budha saya tahu sekali: juga luar biasa. Yang Hindu sangat mendominasi Bali. Sampai dengan budayanya. Yang Konghucu seperti bangkit sejak dibebaskannya. Indonesia mungkin negara paling religius di dunia. [***]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya