Berita

Pasangan calon presiden dan wakil presiden mengikuti pengundian nomor urut di KPU/Net

Politik

Beri Hormat Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang Tanda Jokowi Kurang Wawasan

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018 | 00:08 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sikap hormat Capres Joko Widodo saat lagu Indonesia Raya dalam acara pengundian nomor urut di KPU dianggap kurangnya wawasan Jokowi.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto menjelaskan hormat saat lagu Indonesia raya biasa dilakukan saat pengibaran bendera, bukan saat lagu Indonesia diperdengarkan atau dinyayikan.

Menurutnya sejak zaman dahulu pemimpin bangsa tidak melakukan sikap hormat dengan tangan di pelipis saat lagu Indonesia Raya diperdengarkan atau dinyinyakan.


"Ini menandakan wawasannya minim. Mungkin imajinasinya saat hormat upacara bendera," kata Andrianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (22/9).

Andrianto mengaku tak heran, dengan tindakan Jokowi tersebut. Sebab selama menjadi presiden, Jokowi kerap melakukan kesalahan-kesalahan.

Ia mencontohkan saat masalah perekonomian mengemukan, mantan Walikota Solo itu hanya menjawab ora iso mikir alias tidak bisa mikir saat ditanya oleh awak media.

"Memang enggak bisa. Dia dipaksakan untuk dijadikan presiden," ujarnya.

Untuk diketahui, sikap ketika lagu kebangsaan dikilamdangkan ada aturannya. Yakni tertuang dalam Undang-Undang No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.

Di dalam pasal 62 dijelaskan, saat lagu Indonesia Raya berkumandang, setiap orang wajib berdiri tegak dan bersikap hormat. Adapun isi pasal itu

"Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat."

Arti dari 'berdiri tegak dengan sikap hormat' yang dimaksud pada Pasal 62 juga dijelaskan dengan rinci. Berikut penjelasannya.

"Yang dimaksud dengan "berdiri tegak dengan sikap hormat" pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan adalah berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, dan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan." [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya