Berita

Foto/RMOL

Politik

Said Iqbal Tak Diakui KSBSI Sebagai Presiden Buruh

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 | 19:21 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Mudhofir Khamid, membantah klaim Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal sebagai presiden buruh adalah dirinya.

"Presiden buruh di Indonesia bukan hanya Said Iqbal, kami KSBSI sudah jelas dari namanya saja buruh, kalau KSPI kan pekerja," kata Mudhofir, dalam keterangannya, Sabtu (22/9).

Tak hanya itu, kata Mudhofir, meskipun Said Iqbal telah mendukung Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pihaknya justru mengatakan jika dilihat dari data buruh, lebih banyak buruh yang mendukung Capres dan Cawapres Jokowi-Maruf amin dibandingkan dengan yang mendukung Prabowo-Sandi.


"Saya tegaskan bahwa buruh yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin lebih banyak, ditambah lagi ada Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Presidennya Andi Gani Nena Wea," jelas Mudhofir.

Sementara, Ketua Umum Federasi dari KSBSI, Surnadi mengatakan Said Iqbal terlalu gegabah mengklaim bahwa dirinya adalah presiden buruh.

"Ini merupakan pembodohan dan kabar bohong, dia serikat pekerja bukan serikat buruh," tegasnya.

Mudhofir menjelaskan, KSBSI yang sejak 2014 mendukung Jokowi, ke depan pihaknya akan melakukan strategi pemenangan di tempat dimana suara jokowi kalah atau lemah.

"Kami akan fokus suara Jokowi yang kalah, dan nanti kami akan gunakan posko-posko buruh di tiap-tiap daerah," katanya.

Untuk diketahui, KSBSI merupakan organisasi buruh internasional, mempunyai kurang lebih 1 juta anggota di seluruh Indonesia, ada di 24 Provinsi, 300 kabupaten/kota dan 2.600 perusahaan. KSBSI adalah salah satunya orgnisasi yang lahir di zaman orde baru dan berperan di era reformasi 1998. [lov]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya