Berita

Dahlan Iskan

Raja Amerika: Sambal Oelek Sriracha

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2018 | 05:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

APA pun nama restorannya sausnya pasti ini: Sriracha. Di kota mana pun. Di Amerika ini. Saya memang suka pilih Vietnam food. Terutama untuk makan siang. Terutama lagi di tengah perjalanan. Jalan darat. Jarak jauh.

Menu pilihan pun hampir tidak berubah: pho dan lumpia basah. Sesekali tambah chicken wing. Khas Vietnam.

Dari Alaska di utara. Sampai Alabama di selatan. Pho lagi. Pho lagi. Segar kuahnya. Enak mie berasnya. Lembut daging tipisnya. Hangat di tenggorokan. Hilang penat di pantat. Setelah begitu jeri mengemudi.


Lelah terobati. Lapar teratasi. Praktis tidak perlu pesan minum. Kuahnya sudah semangkok besar. Besar sekali. Porsi Amerika masa kini.

Dulu orang bercerita. Untuk rasa Asia Tenggara. Masakan Thailandlah yang terpopuler di negeri manca.

Saya oposisi. Sampai mati: Masakan Vietnamlah juaranya. Semua itu berkat perang. Berkat penderitaan. Berkat pengungsian. Besar-besaran.

Begitu banyak orang Vietnam di Amerika. Setelah perang Vietnam. Setelah Amerika gagal mempertahankan wilayah selatan. Dari serangan Vietnam utara. Yang komunis.
Tahun 1975.

Begitu banyak yang ngeri komunis. Pilih mengungsi. Ada yang diangkut pesawat Amerika. Lebih banyak lagi yang mengungsi sendiri. Naik apa saja. Terutama kapal. Perahu. Biduk. Tergopoh-gopoh. Mengabaikan keselamatan.

Asal tidak lagi di Vietnam. Asal tidak di bawah komunis. Tiba di Amerika mereka sudah kenyang menderita. Di perjalanan. Di lautan. Di barak pengungsian.

Mereka umumnya pernah hidup enak. Sebelum perang. Para pekerja keras. Para pedagang. Para Tionghoa. Di antaranya.

Mereka membayangkan ngeri. Tidak bisa hidup enak lagi. Di bawah pemerintahan baru. Yang komunis itu.

Tiba di Amerika mereka berstatus miskin lagi. Tercerai berai. Tergantung lokasi. Di mana saja. Yang mau menampung pengungsi.

Saya pernah ke Garden City. Di pedalamannya pedalaman Amerika. Di pelosok Kansas. Penduduknya hanya 10.000. Dulu banyak pengungsi ditampung di sini. Kini tinggal dua keluarga lagi.

Yang satu buka restoran Vietnam. Yang satu kerja di restoran itu.

Saya makan siang di situ. Minta  pho dan lumpia basah. Enak sekali.

Juragan resto itu anak muda. Generasi kedua. Yang sudah lahir di Amerika.

Ia bangga akan bapaknya. Pejuang anti komunis di kampungnya. Bersama tentara Amerika.

Foto sang bapak dipasang gagah di dekat jendela. Ternyata juga tentara.

Buka kuliner umumnya cara pertama. Di negeri baru. Yang masyarakatnya sudah mengenal Vietnam. Terutama dari berita perang. Dari drama kekalahan Amerika.

Begitulah. Restoran Vietnam tumbuh di mana-mana. Di seluruh Amerika.

Mereka tidak mau ngumpul lagi. Di satu lokasi. Tidak mungkin semua jualan pho. Atau lumpia basah. Mereka menyebar. Terutama ke kota besar. California  tempat mereka menyasar. Kampung Vietnam pun jadi besar. Besar sekali. Di sini.

Salah satu pengungsi itu bernama David Tran. Dari kota Soc Trang. Utara kota Saigon. Yang setelah kalah perang jadi kota Ho Chi Minh.

David keturunan Tionghoa. Perahunya nyasar ke Indonesia. Terdampar di kepulauan Riau. Ditampung di satu pulau. Yang dikhususkan sebagai pulau pengungsi.

Dua tahun David Tran tinggal di barak itu. Seadanya. Kini David jadi konglomerat di Amerika. Dengan produk sambalnya: Sambal Oelek dan Sriracha. [***] 

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya