Berita

Foto: Net

Bisnis

Bulog Akui Harga Beras OP Lebih Mahal

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 09:22 WIB | LAPORAN:

Pemerintah menurunkan harga beras medium Operasi Pasar (OP) menjadi Rp 8.250 per kilogram di pengecer, dengan harapan sampai di tangan konsumen di harga Rp 8.500.

Harga beras Bulog pun kini dianggap lebih mahal ketimbang harga beras lokal.

Direktur Pengadaan Bulog, Bachtiar menjelaskan, hal ini karena harga beras impor mengalami kenaikan. Ada selisih harga sebesar Rp 1.400 per kg, antara importasi beras tahun 2018 ini dengan importasi pada tahun 2016 lalu.


"Untuk tahun sekarang kita impor, bila dibanding dengan impor 2016, itu (dulu) harganya 398 dolar AS, sedangkan yang sekarang 457,36 dolar AS. Jadi selisihnya itu antara Rp 6.018 dan Rp 7.500, selisih Rp 1.400 perkilogram," jelas Bachtiar dalam keterangannya, Senin (17/9).

Direktur Bulog Budi Waseso menambahkan, dengan adanya selisih harga itu, sulit bagi Bulog untuk bisa bersaing dengan harga beras lokal saat melakukan OP.

"Dengan selisih harga yang lebih mahal,  kita kalau Operasi Pasar menggunakan beras impor jadi lebih mahal. Ditambah lagi kalau kita (tambah impor) kurs dolar meningkat. Itulah sebabnya, kita menghindari impor," ujar Buwas.

Untuk urusan stok, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengklaim masih aman ketersediaan beras lokal di pasar masih banyak. Hal itu diketahui saat melakukan pengecekan bersama Dirut Bulog ke Pasar Induk Kramat Jati dan PIBC.

"Cipinang kita cek (stok) 47 ribu ton. Kemudian harga terendah yang kami cek, harga terendah kita lihat bersama tadi itu ada Rp 8.200 per kilogram", ujar Mentan.

Terjaganya stok beras di pasar menurut Amran karena produksi yang juga terhadap di musim kemarau.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya